kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.778   18,00   0,11%
  • IDX 8.924   65,17   0,74%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,46   0,64%
  • ISSI 322   1,22   0,38%
  • IDX30 443   0,11   0,02%
  • IDXHIDIV20 515   -0,74   -0,14%
  • IDX80 136   1,03   0,76%
  • IDXV30 143   1,12   0,79%
  • IDXQ30 141   -0,35   -0,24%

Inflasi Desember di Wilayah Bencana Sumatra Naik, Ini Penyebabnya


Senin, 05 Januari 2026 / 12:29 WIB
Inflasi Desember di Wilayah Bencana Sumatra Naik, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Pelanggan berbelanja di pusat perbelanjaan di Jakarta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi terjadi di sejumlah provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi pada Desember 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami inflasi setelah mencatatkan deflasi pada November 2025.

"Ketiga provinsi ini termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi," Ujar Pudji dalam Konferensi Pers, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Harga Cabai Menggila, Inflasi Desember 2025 Tak Terbendung

Untuk diketahui, pada Desember 2025, terjadi inflasi month to month (mtm) sebesar 0,64%.

Sejalan dengan itu, ketiga provinsi tersebut masuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi secara bulanan.

Secara rinci, Provinsi Aceh mencatat inflasi sebesar 3,60%, Sumatera Utara sebesar 1,66%, dan Sumatera Barat sebesar 1,48% pada Desember 2025.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan November 2025, ketika ketiganya masih mengalami deflasi.

Pudji menjelaskan, lonjakan inflasi di wilayah tersebut dipicu oleh kenaikan harga komoditas akibat dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.

Gangguan distribusi dan pasokan menyebabkan harga sejumlah bahan pangan naik signifikan.

"Penyebab terjadinya inflasi di ketiga wilayah tersebut dikarenakan kenaikan harga komoditas yang diakibatkan efek bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025," katanya.

Lebih lanjut, BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di ketiga provinsi tersebut. 

Baca Juga: BPS Catat Surplus Neraca Dagang Naik Menjadi US$ 2,66 Miliar per November 2025

Di Aceh, inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga beras. Sementara itu, di Sumatera Utara inflasi dipicu oleh lonjakan harga cabai rawit, dan di Sumatera Barat tekanan harga terbesar berasal dari bawang merah.

Selanjutnya: Akhir Era Smartphone Diperdebatkan, Sikap Apple Berbeda dari Musk hingga Zuckerberg

Menarik Dibaca: Promo HokBen Spesial Musim Hujan, Beli Hoka Ramen Gratis Bubur Hangat Khas Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×