kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Cabai Menggila, Inflasi Desember 2025 Tak Terbendung


Senin, 05 Januari 2026 / 12:20 WIB
Harga Cabai Menggila, Inflasi Desember 2025 Tak Terbendung
ILUSTRASI. Harga Cabai Merah Naik (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada Desember 2025 sebesar 2,92%, meningkat dibandingkan Desember 2024 yang hanya 1,57%.

Adapun inflasi tahunan pada Desember 2025 terjadi di seluruh komponen Indeks Harga Konsumen (IHK).

Salah satu pemicu utama tekanan inflasi berasal dari kelompok harga bergejolak, terutama komoditas pangan seperti cabai yang harganya melonjak tajam.

Baca Juga: BPS Catat Surplus Neraca Dagang Naik Menjadi US$ 2,66 Miliar per November 2025

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa komponen harga bergejolak mengalami inflasi tahunan sebesar 6,21% dengan andil inflasi mencapai 1,01%.

Kenaikan harga pada kelompok ini terutama didorong oleh cabai merah dan cabai rawit, selain ikan segar, beras, daging ayam ras, bawang merah, serta telur ayam ras.

Selain harga bergejolak, inflasi Desember 2025 juga ditopang oleh komponen inti yang mencatat inflasi tahunan sebesar 2,38%.

Komponen ini menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 1,53%.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti antara lain emas perhiasan, minyak goreng, biaya sewa rumah, biaya akademi atau perguruan tinggi, dan kopi bubuk," ujar Pudji dalam Konferensi Pers, Senin (5/1/2026).

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 1,93% dengan andil inflasi sebesar 0,38%.

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini meliputi tarif air minum perpipaan yang terjadi di 13 wilayah, sigaret kretek mesin (SKM), bensin, serta sigaret kretek tangan (SKT).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×