kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Inflasi 2026: Pangan dan Lebaran Dorong Kenaikan, Puncak Awal Tahun


Senin, 05 Januari 2026 / 16:23 WIB
Inflasi 2026: Pangan dan Lebaran Dorong Kenaikan, Puncak Awal Tahun
ILUSTRASI. Inflasi Indonesia Tahun 2025 Mencapai 2,92% (Kontan/Wahyu Tri Rahmawati)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto memproyeksikan tekanan inflasi akan mencapai puncaknya pada awal 2026, khususnya selama periode Januari hingga April.

Lonjakan inflasi pada periode tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan serta faktor musiman Ramadan dan Idulfitri.

Myrdal menjelaskan, pada Januari 2026 harga pangan masih menunjukkan tren kenaikan. Namun, lonjakan inflasi pada bulan tersebut diperkirakan tidak setinggi yang terjadi pada Desember tahun sebelumnya.

"Untuk Januari kelihatannya harga pangan masih mengalami kenaikan, walaupun untuk lonjakan inflasi bulan Januari tidak setinggi pada periode Desember 2025," ujar Myrdal kepada Kontan.co.id, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: BPS: Inflasi Tahunan Desember 2025 Tercatat 2,92%

Memasuki Februari hingga April 2026, tekanan inflasi diperkirakan semakin kuat akibat faktor musiman.

Myrdal menilai periode Ramadan dan Lebaran akan menjadi pendorong utama kenaikan harga. Ia memperkirakan inflasi tahunan (year on year/yoy) pada periode tersebut dapat mencapai sekitar 3,04%.

Meski demikian, Myrdal melihat tekanan inflasi akan mereda pada paruh kedua tahun 2026.

Secara keseluruhan, inflasi pada akhir tahun diproyeksikan berada di level 2,48%. Sementara itu, rata-rata inflasi sepanjang 2026 diperkirakan berada di kisaran 2,88%.

Baca Juga: Inflasi November 2,72%, Serikat Pekerja Proyeksikan Kenaikan UMP 2026 Sekitar 4%-7%

Menurut Myrdal, sumber tekanan inflasi pada 2026 masih didominasi oleh harga pangan dan sektor transportasi. Selain itu, kenaikan harga emas juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap inflasi.

Namun, ia menilai risiko lonjakan inflasi akibat harga minyak global masih relatif terbatas.

"Kalau untuk tekanan shock dari harga minyak, kelihatannya sih belum," pungkasnya.

Baca Juga: Inflasi Desember 2025 Diperkirakan Meningkat, Tekanan Harga Pangan Menguat

Selanjutnya: Jelang Jatuh Tempo, Pegadaian Siapkan Pelunasan Sukuk III 2024

Menarik Dibaca: Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 6 Januari 2026, Harus Cermat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×