kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.322   41,40   0,50%
  • KOMPAS100 1.169   5,71   0,49%
  • LQ45 843   5,44   0,65%
  • ISSI 297   2,30   0,78%
  • IDX30 446   4,50   1,02%
  • IDXHIDIV20 535   5,84   1,10%
  • IDX80 130   0,54   0,41%
  • IDXV30 146   2,84   1,99%
  • IDXQ30 144   1,31   0,92%

Indonesia tarik 700.000 TKI dari Arab Saudi


Selasa, 22 September 2015 / 21:44 WIB
Indonesia tarik 700.000 TKI dari Arab Saudi


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah Indonesia bermaksud memanggil pulang sekitar 700.000 orang yang bekerja di Arab Saudi, umumnya sebagai pembantu rumah tangga dan sopir, dalam waktu 15 bulan. Demikian diungkapkan suratkabar berbahasa Arab, Al-Hayat, yang mengutip sumber-sumber dari pemerintah Indonesia.

Sumber-sumber itu mengatakan, keputusan untuk memanggil pulang para TKI dari Arab Saudi itu sudah merupakan kepastian dan tidak dapat dibatalkan.

Pemerintah Indonesia Mei lalu mengumumkan, akan menghentikan perekrutan baru pembantu rumah tangga yang akan dikirim ke 21 negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Oman, Uni Emirat Arab, Lebanon, Yordania dan Mesir.

Presiden Indonesia Joko Widodo memberikan indikasi itu Februari lalu dengan mengumumkan keinginannya untuk mengakhiri pengiriman tenaga kerja perempuan ke luar negeri. Ketika itu, ia dikutip media mengatakan, praktik mengirim perempuan Indonesia ke luar negeri sebagai pembantu rumah tangga harus segera dihentikan. Sehubungan pernyataannya tersebut, Jokowi menambahkan, Indonesia harus memiliki harkat dan kebanggaan.

Jokowi memberi waktu tiga bulan pada saat itu sebagai masa transisi sebelum menghentikannya sama sekali. Sekitar 4.700 pembantu rumah tangga yang sedang diproses untuk dipekerjakan saat itu di Timur Tengah diperkenankan pergi, namun mereka merupakan kelompok terakhir yang mendapat izin pemberangkatan.

Karena larangan itu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia memperkirakan, lebih dari 67.000 perempuan Indonesia batal mewujudkan niat mereka untuk bekerja di Timur Tengah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×