Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Investment Authority (INA) merespons kabar pergantian jajaran direksi di lembaga pengelola investasi negara tersebut.
Vice President of Communications INA, Putri Dianita Ruswaldi, meminta publik menunggu pengumuman resmi terkait perubahan susunan pimpinan di tubuh INA.
Ia menegaskan tidak ada informasi yang ditutupi dalam proses transisi kepemimpinan tersebut.
Baca Juga: Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha Jatuh pada Rabu (27/5)
“Mohon tunggu siaran pers resmi INA dalam waktu dekat ya, akan diumumkan, tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujar Putri kepada Kontan, Minggu (17/5/2026).
Putri menjelaskan, transisi kepemimpinan di jajaran direksi INA saat ini masih berlangsung sesuai kerangka tata kelola dan proses formal yang berlaku di lembaga tersebut. Itu sebabnya, informasi lebih rinci mengenai pengangkatan pimpinan baru baru akan diumumkan setelah seluruh tahapan administratif dan formal rampung.
“Transisi kepemimpinan di jajaran Direksi saat ini sedang berlangsung sesuai dengan kerangka tata kelola dan proses formal yang berlaku di INA. Informasi lebih lanjut mengenai pengangkatan tersebut akan disampaikan setelah proses formal selesai secara resmi,” katanya.
Menurut Putri, penyampaian informasi kepada publik juga harus mengikuti prosedur yang berlaku di institusi tersebut sehingga belum seluruh detail dapat diumumkan saat ini.
“Proses pengumuman resmi kepada publik harus dijalankan berdasarkan prosedur formal yang berlaku,” tambahnya.
Pergantian pimpinan INA ini turut memunculkan sorotan terhadap arah kebijakan investasi lembaga pengelola dana abadi negara tersebut, termasuk potensi perubahan strategi di bawah kepemimpinan baru.
Baca Juga: 83% Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Arab Saudi, PPIH Siapkan Peralihan Petugas
Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Toto Pranoto, menilai pergantian pimpinan INA dapat dimaknai sebagai upaya memperkuat kedekatan dengan Danantara Indonesia Management (DIM), mengingat fungsi kedua lembaga dinilai memiliki irisan.
Menurut Toto, penunjukan figur berlatar belakang eksekutif BUMN berpotensi ditujukan untuk mempercepat konsolidasi antarlembaga, termasuk mendukung restrukturisasi BUMN melalui skema asset recyclingmaupun aksi korporasi lain agar tidak terjadi duplikasi peran.
“Fungsi INA dan DIM hampir tumpang tindih sehingga pergantian pimpinan INA bisa dimaknai upaya lebih mendekatkan hubungan kedua lembaga,” kata Toto saat dikonfirmasi Kontan, Minggu (17/5/2026).
Ia menambahkan, keberadaan INA dapat membantu percepatan restrukturisasi BUMN maupun aksi korporasi lain yang saling melengkapi.
Hanya saja, Toto mewanti-wanti agar pergantian kepemimpinan tidak mengikis independensi INA yang selama ini menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor asing.
Baca Juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Tak Tergiur Tawaran Dam Murah Tak Resmi
“INA harus menjaga independensi dan tata kelola supaya kepercayaan investor asing bisa terjaga,” kata Toto.
Ia menilai independensi dan penerapan tata kelola yang kuat menjadi syarat utama agar INA tetap dipercaya investor global di tengah perubahan kepemimpinan.
Sejak berdiri, INA mengemban mandat menghimpun investasi melalui skema co-investment dengan investor global. Hingga saat ini, lembaga tersebut tercatat telah menyalurkan lebih dari US$ 4,5 miliar investasi bersama mitra ke berbagai sektor.
Sebelumnya, Oki Ramadhana disebut mengisi posisi CEO INA menggantikan Ridha Wirakusumah yang masa jabatannya berakhir pada Februari lalu.
Oki memiliki rekam jejak panjang di industri perbankan investasi, termasuk pernah menjabat Direktur Utama Mandiri Sekuritas serta memegang posisi senior di HSBC Sekuritas, Morgan Stanley, dan Goldman Sachs.
Selain Oki, mantan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas Laksono Widodo dikabarkan mengisi posisi Chief Investment Officer (CIO). Sementara posisi Chief Risk Officer (CRO) disebut diisi Adhiputra Tanoyo yang sebelumnya menjabat Direktur Bank Ina Perdana.
Baca Juga: Musyrif Diny Pastikan Skema Murur Haji 2026 Sudah Sesuai Kajian Syariah
Ketiga nama tersebut dikabarkan telah menjalani pelantikan pada Rabu (13/5/2026). Namun hingga kini, INA belum memberikan pengumuman resmi secara rinci lantaran proses formal disebut masih berlangsung. Pengisian jajaran direksi baru ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan mandat strategis INA dalam menarik investasi asing melalui skema co-investment.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













