kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Indonesia dan Malaysia Bahas Peningkatan Hubungan Perdagangan


Minggu, 15 Maret 2026 / 15:00 WIB
Indonesia dan Malaysia Bahas Peningkatan Hubungan Perdagangan
ILUSTRASI. Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri (Dok/Kemendag)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan RI mengungkapkan, hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Malaysia terus mencatat hasil yang positif. 

Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 24,22 miliar pada 2025. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia tercatat mencapai US$ 13,09 miliar, sedangkan impor dari Malaysia sebesar US$ 11,12 miliar.

Sebagai upaya meningkatkan hubungan perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin di Taguig, Filipina pada Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Mentan Pastikan Cadangan Beras Nasional Cukup Untuk 324 Hari, Tapi Anggaran Terbatas

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas terkait peningkatan hubungan perdagangan. Dyah Roro yang mewakili pemerintah Indonesia juga meminta dukungan dari Malaysia terhadap proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

“Indonesia menyambut baik momentum positif hubungan perdagangan bilateral dengan Malaysia yang mencerminkan kuatnya keterlibatan ekonomi kedua negara. Ke depan, Indonesia melihat peluang untuk makin memperkuat dan mendiversifikasi perdagangan, termasuk dengan memperluas akses pasar bagi produk bernilai tambah,” ujar Wamendag RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).

Roro menjelaskan bahwa Malaysia merupakan salah satu negara yang menjadi mitra utama dagang bagi Indonesia. 

Pada tahun 2025, Malaysia tercatat sebagai tujuan ekspor terbesar ke-6 Indonesia dan sumber impor terbesar ke-5 bagi Indonesia.

Tak hanya itu, Wamendag Roro juga membahas komitmen Indonesia untuk melanjutkan proses aksesi ke CPTPP sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional. 

Sebab, Indonesia memandang CPTPP sebagai kerangka kerja perdagangan yang berstandar tinggi dan berorientasi ke masa depan yang dapat memperkuat perdagangan berbasis aturan serta integrasi ekonomi kawasan.

Baca Juga: Ekonom Sarankan Pemerintah Efisiensi Anggaran MBG Ketimbang Kerek Defisit Fiskal

Kemudian, Dyah Roro ketika bertemu dengan perwakilan Malaysia turut membahas berbagai mekanisme kerja sama ekonomi bilateral, termasuk melalui Komite Gabungan Bidang Perdagangan dan Investasi (Joint Trade and Investment Committee/JTIC) Indonesia-Malaysia sebagai forum penting untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Indonesia menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan pertemuan JTIC ke-4 pada waktu yang disepakati bersama.

Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat normalisasi perdagangan lintas batas di Entikong-Tebedu guna memperlancar arus perdagangan, memperkuat konektivitas, serta meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara. 

Saat ini, Indonesia tengah menyiapkan fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung operasional Entikong International Cargo Terminal (ICT).

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin menyampaikan dukungan terhadap langkah Indonesia untuk bergabung dalam CPTPP.

Dia menilai, kehadiran Indonesia dalam perjanjian perdagangan berstandar tinggi tersebut akan makin memperkuat peran negara-negara ASEAN dalam arsitektur perdagangan kawasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×