kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Indef: BI disarankan untuk tetap menahan suku bunga acuannya


Rabu, 20 Maret 2019 / 19:27 WIB


Reporter: Resya Nugraha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Indef Bhima Yudhistira memberikan tanggapan mengenai polling suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) saat ini. Menurutnya, tingkat suku bunga acuan BI saat ini sudah berada di puncak.

"BI disarankan untuk tetap menahan bunga acuan di level 6%. Faktornya sinyal Fed yang dovish mengisyaratkan suku bunga AS akan ditahan," jelasnya, Rabu (20/3).

Ia menjelaskan, strategi ini dilakukan agar dana asing dapat masuk lebih deras ke pasar. "Jika negara berkembang lain belum turunkan bunga tapi kita buru-buru turunkan dikhawatirkan bunga di pasar obligasi akan turun dan memicu pembalikan arah modal," tuturnya.

Ia pun menyarankan agar BI menurunkan bunga ketika Fed juga menurunkan bunganya yang diperkirakan pada akhir 2019 atau 2020 mendatang.

"Baru ketika Fed menurunkan bunga di akhir 2019 atau awal 2020 BI bisa mengikuti langkah turunkan bunga. Jika baru sinyal dovish sebaiknya di hold dulu," jelas Bhima.

Menurutnya, kenaikan bunga bagi bank hanya akan membuat likuiditas mengetat karena terjadi perebutan dana di pasar antara bank dengan SBN. Bank saat ini lebih memilih untuk menunda kenaikan bunga lebih jauh karena bisa berpengaruh terhadap risiko kredit macet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×