kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Indef: BI disarankan untuk tetap menahan suku bunga acuannya


Rabu, 20 Maret 2019 / 19:27 WIB


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Indef Bhima Yudhistira memberikan tanggapan mengenai polling suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) saat ini. Menurutnya, tingkat suku bunga acuan BI saat ini sudah berada di puncak.

"BI disarankan untuk tetap menahan bunga acuan di level 6%. Faktornya sinyal Fed yang dovish mengisyaratkan suku bunga AS akan ditahan," jelasnya, Rabu (20/3).

Ia menjelaskan, strategi ini dilakukan agar dana asing dapat masuk lebih deras ke pasar. "Jika negara berkembang lain belum turunkan bunga tapi kita buru-buru turunkan dikhawatirkan bunga di pasar obligasi akan turun dan memicu pembalikan arah modal," tuturnya.

Ia pun menyarankan agar BI menurunkan bunga ketika Fed juga menurunkan bunganya yang diperkirakan pada akhir 2019 atau 2020 mendatang.

"Baru ketika Fed menurunkan bunga di akhir 2019 atau awal 2020 BI bisa mengikuti langkah turunkan bunga. Jika baru sinyal dovish sebaiknya di hold dulu," jelas Bhima.

Menurutnya, kenaikan bunga bagi bank hanya akan membuat likuiditas mengetat karena terjadi perebutan dana di pasar antara bank dengan SBN. Bank saat ini lebih memilih untuk menunda kenaikan bunga lebih jauh karena bisa berpengaruh terhadap risiko kredit macet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×