kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Indef: BI disarankan untuk tetap menahan suku bunga acuannya


Rabu, 20 Maret 2019 / 19:27 WIB
Indef: BI disarankan untuk tetap menahan suku bunga acuannya


Reporter: Resya Nugraha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Indef Bhima Yudhistira memberikan tanggapan mengenai polling suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) saat ini. Menurutnya, tingkat suku bunga acuan BI saat ini sudah berada di puncak.

"BI disarankan untuk tetap menahan bunga acuan di level 6%. Faktornya sinyal Fed yang dovish mengisyaratkan suku bunga AS akan ditahan," jelasnya, Rabu (20/3).

Ia menjelaskan, strategi ini dilakukan agar dana asing dapat masuk lebih deras ke pasar. "Jika negara berkembang lain belum turunkan bunga tapi kita buru-buru turunkan dikhawatirkan bunga di pasar obligasi akan turun dan memicu pembalikan arah modal," tuturnya.

Ia pun menyarankan agar BI menurunkan bunga ketika Fed juga menurunkan bunganya yang diperkirakan pada akhir 2019 atau 2020 mendatang.

"Baru ketika Fed menurunkan bunga di akhir 2019 atau awal 2020 BI bisa mengikuti langkah turunkan bunga. Jika baru sinyal dovish sebaiknya di hold dulu," jelas Bhima.

Menurutnya, kenaikan bunga bagi bank hanya akan membuat likuiditas mengetat karena terjadi perebutan dana di pasar antara bank dengan SBN. Bank saat ini lebih memilih untuk menunda kenaikan bunga lebih jauh karena bisa berpengaruh terhadap risiko kredit macet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×