kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.911   0,00   0,00%
  • IDX 6.356   21,61   0,34%
  • KOMPAS100 838   2,40   0,29%
  • LQ45 633   0,93   0,15%
  • ISSI 219   1,15   0,53%
  • IDX30 357   0,27   0,08%
  • IDXHIDIV20 441   -0,34   -0,08%
  • IDX80 96   0,37   0,39%
  • IDXV30 119   -0,27   -0,23%
  • IDXQ30 114   0,00   0,00%

Impor barang konsumsi meningkat jelang tutup tahun, apa kata ekonom?


Senin, 16 Desember 2019 / 20:07 WIB
ILUSTRASI. Murid TK melakukan kunjungan belajar suasana berbelanja di supermarket Super Indo.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu, BPS juga mencatat bahwa impor bahan baku dan barang modal cenderung mengalami penurunan dari November 2018. Penurunan untuk impor bahan baku sebesar 13,23% yoy dan barang modal turun 3,55% yoy.

Menurut Head of Danareksa Research Institute (DRI) Moekti Prasetiani Soejachmoen, impor barang modal dan bahan baku yang belum meningkat dari November 2019 lalu disebabkan masih banyak inventories yang ada pada produsen sehingga para produsen belum perlu mengimpor barang modal dan bahan baku.

Baca Juga: Produksi melorot, stok CPO Malaysia turun ke level terendah

Sementara untuk ke depannya, Moekti memprediksi bahwa kondisi global akan membaik pada akhir tahun. Hal ini juga ditandai dengan berkurangnya ketidakpastian global karena kesepakatan fase pertama (phase one) dari negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dan China serta ada kemenangan Partai Konsevatif Inggris dalam pemilu.

Oleh karena itu, ini juga sejalan dengan peluang untuk kondisi ekonomi global yang membaik termasuk kondisi ekonomi Indonesia. "Karena ketidakpastian akan menurun, jadi konsumen dan bisnis akan mulai bergerak. Maka dunia akan masuk ke tahun 2020 dengan lebih baik," tandas Moekti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×