kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IMF: Indonesia Jadi Negara dengan PDB Terbesar di ASEAN


Minggu, 09 Juli 2023 / 17:37 WIB
IMF: Indonesia Jadi Negara dengan PDB Terbesar di ASEAN
ILUSTRASI. Indonesia menjadi negara negara yang memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) paling besar di Asia Tenggara (ASEAN). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), Indonesia menjadi negara yang memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) paling besar di Asia Tenggara (ASEAN).

Merujuk laporan IMF tersebut, Indonesia menempati posisi pertama yang memiliki PDB paling besar di ASEAN sebesar US$ 1,32 triliun pada tahun 2022.

Posisi ini mengalahkan Negeri Gajah Putih alias Thailand yang menduduki posisi kedua dengan ekonomi terbesar kedua. Total PDB yang dihadirkan Thailand sepanjang tahun 2022 ini mencapai US$ 536,16 miliar. Posisi ketiga diraih Singapura dengan total PDB sebesar US$ 466,79 miliar.

Sementara itu, Malaysia menempati posisi keempat dengan nilai PDB sebesar US$ 407,92 miliar, disusul Vietnam US$ 406,45 miliar di posisi kelima.

Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Utang RI, Kemenkeu: Bukti Kondisi Fiskal Mengalami Perbaikan

Secara berurutan di posisi keenam hingga kesepuluh diraih oleh negara Filipina US$ 404,26, Myanmar US$ 56,76 miliar, Kamboja US$ 28,54 miliar, Brunei Darussalam US$ 16,64 miliar, dan Laos sebesar US$ 15,53 miliar.

Dengan pencapaian tersebut, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menduga PDB Indonesia pada tahun 2023 masih akan menjadi yang terbesar. Dirinya memperkirakan PDB Indonesia pada tahun 2023 berada pada kisaran US$ 1,36 triliun hingga US$ 1,4 triliun.

Adapun besarnya PDB tersebut masih akan didorong oleh konsumsi masyarakat dan pencapaian investasi sampai di akhir tahun nanti.

Baca Juga: Akhir Tahun 2023, Cadangan Devisa Indonesia Diperkirakan Capai Rp 155 Miliar

Hanya saja, dirinya melihat, PDB yang besar tersebut bukan berarti tidak menandakan adanya kemiskinan maupun ketimpangan. Untuk itu, Riefky menyarankan kepada pemerintah agar kemiskinan dan ketimpangan masih akan terus menjadi tugas dan tantangan pemerintah yang harus diselesaikan ke depan.

"Pengentasan kemiskinan dan ketimpangan masih akan menjadi isu yang perlu diselesaikan," kata Riefky kepada Kontan.co.id, Minggu (9/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×