kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Bank-Bank Negara Maju Bermasalah, ASEAN Bakal Bahas Dampaknya ke Regional


Senin, 27 Maret 2023 / 21:26 WIB
ILUSTRASI. Kolapsnya bank besar di negara maju menjadi salah satu hal yang akan dibahas dalam jalur keuangan ASEAN. REUTERS/Lim Huey Teng/File Foto


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BADUNG. Kolapsnya bank besar di negara maju menjadi salah satu hal yang akan dibahas dalam jalur keuangan ASEAN. 

Seperti kita tahu, ada beberapa bank yang tengah bermasalah. Di Amerika Serikat (AS) ada bank Silicon Valley, Bank Signature, dan Bank Silvergate. 

Tak hanya di AS, beberapa bank di Eropa seperti Credit Suisse dan Bank Deutsche juga mengalami gonjang-ganjing. 

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan, masalah perbankan tersebut tentu akan membawa dampak pada pasar keuangan negara berkembang. 

Baca Juga: Pertemuan Jalur Keuangan ASEAN Bakal Bahas Risiko Aset Kripto

"Kalau bicara masalah apa dampak dari negara maju ke negara berkembang, kami sepakat ada dampaknya," tutur Dody dalam media briefing, Senin (27/3). 

Namun, yang lebih penting dalam pertemuan ini nantinya, otoritas akan bicara mengenai bagaimana cara menanggulangi dampak tersebut. 

"Bagaimana cara mempertahankan? Apa yang harus diakukan untuk mengurangi dampak," tambah Dody. 

Termasuk di sini, dampak rambatannya (second round impact) kepada perusahaan rintisan (startup) juga platform e-commerce. 

Baca Juga: Menkes dan Menkeu ASEAN Tengah Godok Dana Pandemi untuk Regional

Selain ke pasar keuangan, gonjang-ganjing bank-bank tersebut juga akan merembet ke kondisi ekonomi makro negara berkembang. 

Dalam hal ini, mengganggu lalu lintas modal, pergerakan nilai tukar, juga likuiditas.

"Sehingga, ini yang memang perlu dilakukan diskusi global baik di ASEAN maupun ASEAN+3," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×