kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.954   11,00   0,06%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Bank-Bank Negara Maju Bermasalah, ASEAN Bakal Bahas Dampaknya ke Regional


Senin, 27 Maret 2023 / 21:26 WIB
Bank-Bank Negara Maju Bermasalah, ASEAN Bakal Bahas Dampaknya ke Regional
ILUSTRASI. Kolapsnya bank besar di negara maju menjadi salah satu hal yang akan dibahas dalam jalur keuangan ASEAN. REUTERS/Lim Huey Teng/File Foto


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BADUNG. Kolapsnya bank besar di negara maju menjadi salah satu hal yang akan dibahas dalam jalur keuangan ASEAN. 

Seperti kita tahu, ada beberapa bank yang tengah bermasalah. Di Amerika Serikat (AS) ada bank Silicon Valley, Bank Signature, dan Bank Silvergate. 

Tak hanya di AS, beberapa bank di Eropa seperti Credit Suisse dan Bank Deutsche juga mengalami gonjang-ganjing. 

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan, masalah perbankan tersebut tentu akan membawa dampak pada pasar keuangan negara berkembang. 

Baca Juga: Pertemuan Jalur Keuangan ASEAN Bakal Bahas Risiko Aset Kripto

"Kalau bicara masalah apa dampak dari negara maju ke negara berkembang, kami sepakat ada dampaknya," tutur Dody dalam media briefing, Senin (27/3). 

Namun, yang lebih penting dalam pertemuan ini nantinya, otoritas akan bicara mengenai bagaimana cara menanggulangi dampak tersebut. 

"Bagaimana cara mempertahankan? Apa yang harus diakukan untuk mengurangi dampak," tambah Dody. 

Termasuk di sini, dampak rambatannya (second round impact) kepada perusahaan rintisan (startup) juga platform e-commerce. 

Baca Juga: Menkes dan Menkeu ASEAN Tengah Godok Dana Pandemi untuk Regional

Selain ke pasar keuangan, gonjang-ganjing bank-bank tersebut juga akan merembet ke kondisi ekonomi makro negara berkembang. 

Dalam hal ini, mengganggu lalu lintas modal, pergerakan nilai tukar, juga likuiditas.

"Sehingga, ini yang memang perlu dilakukan diskusi global baik di ASEAN maupun ASEAN+3," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×