kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Imbas Kebijakan Tarif Trump, Pertumbuhan Ekonomi Vietnam dan China Bakal Terdampak


Jumat, 04 April 2025 / 15:58 WIB
Imbas Kebijakan Tarif Trump, Pertumbuhan Ekonomi Vietnam dan China Bakal Terdampak
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menumumkan tarif baru bagi negara negara mitra dagang Amerika Serikat pada Rabu (3/4).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Vietnam dan China menjadi negara yang paling terdampak dari kebijakan baru pengenaan tarif bea masuk perdagangan atau tarif timbal balik (resiprokal) oleh Presiden Amerika Serikat (AS). Perekonomian kedua negara tersebut dinilai akan merosot tajam.

Sebagaimana diketahui, Trump mengenakan tarif tarif timbal balik dengan minimal 10%. Untuk Vietnam dikenakan tarif sebesar 46% dan China dikenakan tarif 34%.

Peneliti Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menilai, dampak kebijakan tarif perdagangan Trump, akan mengurangi pertumbuhan ekonomi Vietnam 0,84%.

“Yang paling besar memang terkena dampak itu Vietnam. Artinya kalau misalnya ekonomi Vietnam tumbuhnya 5%, gara-gara ada kebijakan ini nggak jadi 5%, atau hanya 4,16%, karena reduksi 0,84%,” tutur Ahmad dalam diskusi Indef, Jumat (4/4).

Baca Juga: Pemerintah RI Buka Suara Soal Penerapan Tarif Trump

Selain itu, dampak ke pertumbuhan ekonomi China juga dinilai cukup besar, atau akan mengurangi pertumbuhannya sekitar 0,61%.

Lantas bagaimana dampaknya ke pertumbuhan ekonomi Indonesia?

Indonesia sendiri dikenakan tarif resiprokal sebesar 3,2%. Ahmad menilai, dampaknya ke pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan berkurang sekitar 0,05%.

Alasan dampaknya tidak sebesar Vietnam dan China, karena Indonesia masih mempunyai mitra dagang utama lainnya selain AS, seperti dengan India, China, Uni Eropa, dan Asean.

“Nah, sementara bagi Cina dan Vietnam, mungkin peranan AS ini cukup penting bagi AS sendiri. Dan bagi AS sendiri, akan mengalami kontraksi dalam pertumbuhan ekonominya sebesar 0,09%. Jadi, ini juga akan menimbulkan dampak negatif untuk pertumbuhan ekonominya di negara lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, melihat bahan paparan Ahmad, perekonomian negara lainnya seperti Thailand akan pertumbuhannya akan berkurang 0,35%. Negara ini dikenakan tarif 36%.

Kemudian, Malaysia pertumbuhan ekonomi berkurang 0,11% dengan pengenaan tarif 24%, India pertumbuhannya akan berkurang 0,06% dengan pengenaan tarif sebesar 26%, Jepang berkurang 0,04% dengan pengenaan tarif 24%, Korea Selatan berkurang 0,k03% dengan pengenaan tarif 25%, dan Filipina berkurang 0,03% dengan pengenaan tarif 17%.

Baca Juga: ADB: Tarif Impor Trump Akan Signifikan Memperlambat Pertumbuhan Ekonomi Global

Selanjutnya: Garuda Metalindo Bukukan Kinerja Solid di Kuartal IV 2024, Ekspor Jadi Penopang

Menarik Dibaca: Garuda Metalindo Bukukan Kinerja Solid di Kuartal IV 2024, Ekspor Jadi Penopang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×