Reporter: Hervin Jumar | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat sejumlah harga pangan mulai bergerak menjelang awal September 2026.
Harga daging ayam menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, dengan harga mencapai Rp 43.000-Rp 44.000 per kilogram (kg).
Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan, mengatakan kenaikan harga ayam menjadi salah satu pergerakan yang cukup menonjol di pasar. Sementara itu, harga telur juga ikut bergerak naik, meski kenaikannya tidak terlalu signifikan.
"Memang kami melihat ada pergerakan harga komoditas ayam itu sudah di angka Rp 43.000-Rp 44.000 per kilonya dan ini diikuti juga dengan harga telur yang memang telur sendiri sebenarnya tidak terlalu signifikan, lebih kepada daging ayamnya yang melonjak luar biasa," ujar Reynaldi kepada Kontan, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Harga Beras di Atas HET, Bapanas Siapkan Sanksi hingga Cabut Izin Usaha
Menurut Reynaldi, kenaikan harga ayam tersebut terutama dipengaruhi tingginya biaya pakan. Kondisi ini kemudian meningkatkan biaya produksi yang harus ditanggung oleh pelaku usaha peternakan.
Selain itu, sentra-sentra peternakan unggas di berbagai daerah juga menghadapi tekanan biaya produksi. Kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam menjaga harga ayam di tingkat pasar.
"Faktor yang menunjang harga ayam ini bergejolak karena memang pakannya ayam itu sudah mahal. Itu satu, kedua ini tentu akan mempengaruhi biaya produksi," ujarnya.
Meski harga ayam meningkat, Ikappi menilai kenaikan tersebut bukan dipicu lonjakan permintaan. Memasuki bulan September, permintaan pasar masih relatif stabil dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
"Faktor permintaan dan penawaran di pasar tentu mengalami stabil. Tidak ada faktor permintaan yang cukup signifikan karena memang memasuki September ini belum terasa permintaan yang tinggi di pasar. Jadi kami anggap permintaannya masih stabil," jelas Reynaldi.
Selain ayam, sejumlah komoditas pangan lainnya juga mengalami kenaikan harga menjelang September.
Ikappi mencatat harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp 65.000 per kg. Sementara itu, harga cabai merah keriting mencapai Rp 48.500 per kg dan cabai besar TW sekitar Rp 52.000 per kg.
Harga bawang merah juga ikut meningkat dari sekitar Rp 41.000 menjadi Rp 43.000 per kg. Meski kenaikannya belum terlalu tinggi, pergerakan tersebut menunjukkan adanya tekanan pada harga komoditas pangan menjelang September.
Harga bawang putih juga masih cukup tinggi, yakni sekitar Rp 43.000-Rp 44.000 per kg. Reynaldi menyebut pasokan bawang putih sangat bergantung pada impor dari China sehingga harga komoditas tersebut masih berada di level tinggi.
Baca Juga: Status Ekonomi Naik, Tapi Mayoritas Warga RI Belum Ikut Naik Kelas
Sementara itu, harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp 22.000 per kg.
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, Ikappi mencatat harga Minyakita justru mulai mengalami penurunan di sejumlah wilayah. Di Jabodetabek, khususnya Jakarta, harga Minyakita yang sebelumnya sekitar Rp 17.000 per liter kini berada di kisaran Rp 15.800-Rp 15.900 per liter.
Reynaldi mengatakan penurunan tersebut didorong upaya pemerintah bersama Bulog dan Ikappi untuk menekan harga Minyakita agar bergerak mendekati harga eceran tertinggi (HET).
Di luar Jabodetabek, upaya serupa dilakukan melalui kerja sama dengan BUMN pangan dan ID FOOD beserta jejaring anak perusahaannya. Langkah tersebut ditujukan untuk menekan harga Minyakita di sejumlah wilayah, termasuk di wilayah Indonesia Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














