kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ikan diprediksi akan menyumbang inflasi Desember


Jumat, 20 Desember 2013 / 18:04 WIB
ILUSTRASI. Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Jalin Kerja Sama dengan UCB


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah menegaskan, selain produk holtikultura, komoditas ikan segar diperkirakan akan menyumbang inflasi di akhir tahun 2013.

"Holtikultura memang mudah menyumbang inflasi. Tapi, mudah-mudahan yang tidak terlalu mengganggu inflasi adalah ikan segar," kata Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan di Kantornya Jum'at (20/12).

Ikan segar diprediksi akan menyumbang inflasi melihat musim pada bulan di akhir tahun seperti Oktober, November, dan Desember, biasanya faktor cuaca seperti ombak tinggi dimulai. Sehingga, banyak nelayan yang jarang melaut. "Nelayan relatif melaut dan ini membuat pasokan menjadi sedikit lebih rendah," ujarnya.

Bagi bayu, kondisi tersebut masih dalam batas toleransi, namun untuk holtikultura akan mendapatkan perhatian yang lebih. "Terutama cabai, yang naiknya tinggi," tuturnya.

Sedangkan untuk kebutuhan pokok lainnya relatif lebih stabil. Bahan yang relatif stabil yaitu beras, dan gula, sedangkan untuk ayam dan telor harganya sedikit mengalami kenaikan, meskipun harganya ayam dan telur sangat turun. Untuk daging, harganya belum turun. Tetapi, harga daging diproyeksi tidak akan mengalami kenaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×