kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

IHCBS 2026 Bahas Kolaborasi Potensi Manusia dan AI untuk Daya Saing Bisnis


Jumat, 26 Juni 2026 / 17:48 WIB
IHCBS 2026 Bahas Kolaborasi Potensi Manusia dan AI untuk Daya Saing Bisnis
ILUSTRASI. Kontan - IHCBS Kilas Online (Dok. IHCBS/IHCBS)


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Dominasi Artificial Intelligence (AI) membuat lanskap bisnis global berubah cepat. Korporasi semakin dituntut untuk dapat mengintegrasikan kecanggihan teknologi dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM), baik di kantor maupun lapangan. Kemampuan ini tidak hanya berdampak bagi efisiensi bisnis, tetapi juga membantu SDM makin “melek” teknologi.

Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026, sebagai salah satu ruang kolaborasi bagi insan human capital Indonesia, menegaskan masa depan dunia kerja mutlak ditentukan oleh sinergi antara manusia dan AI. Dalam acara yang akan diselenggarakan pada 15-16 September 2026 itu, IHCBS 2026 siap menjadi ruang diskusi guna membahas masa depan kolaborasi taktis antara mesin dan manusia, tanpa terjebak pada kerangka konseptual yang lambat dieksekusi.

AI kini tidak lepas digunakan oleh berbagai industri mulai dari startup hingga korporasi besar, dari sektor keuangan hingga manufaktur. Fenomena ini menunjukkan, AI tidak lagi menjadi isu teknologi semata, melainkan kehadiran standar baru bagi bisnis, isu produktivitas, bahkan isu daya saing nasional.

Managing Director Kontan Cipta Wahyana menegaskan, SDM yang kompetitif dapat tumbuh dengan cara memanfaatkan teknologi untuk produktivitas. "Keunggulan kompetitif di masa depan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki teknologi terbaik, tetapi siapa yang mampu mengoptimalkan potensi manusia dan teknologi secara bersamaan,” kata Cipta.

Transformasi ini tidak hanya menjadi tantangan bagi korporasi, tetapi juga bagi pemerintah. Membangun sumber daya manusia yang mampu beradaptasi terhadap perubahan membutuhkan waktu, strategi, dan kolaborasi dari berbagai pihak. Untuk itu, perlu kehadiran pemerintah agar AI memiliki manfaat bagi produktivitas SDM, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontan - IHCBS Kilas Online

Isu ini menjadi salah satu pembahasan penting yang akan diangkat dalam sesi Grand Keynote bersama Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D. guna membahas perubahan lanskap ekonomi dan ketenagakerjaan yang terus berlangsung, pendekatan yang berpusat pada manusia semakin dipandang sebagai fondasi penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat regional maupun global.

CEO One GML & Founder of QuBisa Suwardi Lubis menjelaskan, tantangan produktivitas juga hadir dalam skala yang lebih dekat, yaitu di dalam organisasi dalam lingkup korporasi itu sendiri. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, organisasi tidak hanya membutuhkan karyawan yang kompeten. Mereka membutuhkan individu yang mampu belajar lebih cepat, berani mengambil inisiatif, tetap fokus pada hasil, dan tidak mudah kehilangan arah ketika menghadapi perubahan.

"Banyak organisasi berbicara tentang transformasi digital, tetapi transformasi yang sesungguhnya selalu dimulai dari transformasi manusia. Teknologi hanyalah enabler. Yang menentukan keberhasilan tetaplah mindset, leadership, dan budaya yang dibangun di dalam organisasi," kata Suwardi.

Pandangan tersebut selaras dengan pembahasan yang akan diangkat dalam sesi Top Executive Leaders Talkshow bersama Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero), Andy Arvianto, dan Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK), Sutanto Hartono. Di tengah tekanan perubahan yang semakin besar, organisasi dituntut untuk membangun mentalitas yang tangguh sekaligus menciptakan budaya kerja yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi bisnis. Pada akhirnya, perkembangan AI mungkin akan terus mengubah cara manusia bekerja.

Dengan diskusi bersama pakar, IHCBS 2026 bisa menjadi katalisator bagi organisasi dan korporasi. Tak hanya itu, IHCBS 2026 menjadi momentum bagi para pemimpin untuk mencetak SDM nasional yang adaptif, produktif, dan kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×