kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Hingga Akhir 2023, Neraca Transaksi Berjalan Diperkirakan Defisit 0,28% dari PDB


Kamis, 14 Desember 2023 / 16:29 WIB
Hingga Akhir 2023, Neraca Transaksi Berjalan Diperkirakan Defisit 0,28% dari PDB
ILUSTRASI. Suasana di terminal petikemas pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (20/8). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/08/2018


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca transaksi berjalan atau current account Indonesia masih akan mencatatkan defisit hingga akhir tahun 2023.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, neraca transaksi berjalan akan defisit 0,28% hingga 0,00% dari produk domestik bruto (PDB) pada akhir tahun 2023. Meski begitu, Ia menilai defisit transaksi berjalan ini masih terkendali.

“Kami mengantisipasi current account akan mencatat defisit kecil sebesar 0,28% hingga 0,00% dari PDB pada tahun 2023, dibandingkan dengan surplus 0,96% dari PDB pada tahun 2022,” tutur Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (14/12).

Perkiraan defisit tersebut lanjutnya, akan mendukung apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir tahun 2023. 

Baca Juga: Surplus Neraca Dagang di November 2023 Diperkirakan Menyusut, Ini Alasannya

Oleh karena itu, Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan ditutup pada kisaran Rp15.200 - Rp15.400 per dolar AS, menyusul pergeseran sikap The Fed yang lebih dovish.

Di sisi lain, Josua juga menilai kinerja ekspor akan melambat hingga akhir tahun karena dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas akibat melemahnya permintaan global, juga diperkirakan akan diimbangi oleh kinerja impor yang relatif kuat.

“Ketahanan ini disebabkan oleh kekuatan ekonomi domestik yang bertahan, didorong oleh inflasi yang terkendali, permintaan yang kuat, dan kelanjutan Proyek Strategis Nasional,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×