kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.893   -7,00   -0,04%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Heboh, MK terima kiriman peti mati dari kantor pos


Jumat, 11 Oktober 2013 / 16:54 WIB
Heboh, MK terima kiriman peti mati dari kantor pos
ILUSTRASI. Ilustrasi keripik Paqui One Chip, keripik terpedas di dunia.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Mahkamah Konstitusi (MK) dihebohkan dengan kedatangan peti mati yang tiba sore hari ini, Jumat (11/10). Peti mati tersebut tiba dari Solo, Jawa Tengah.

Tidak tanggung-tanggung, peti mati tersebut ternyata dikirim melalui Pos Indonesia dan tiba di MK sekitar pukul 15.30 WIB.

Peti mati tersebut pun terlihat cukup unik karena dihiasi huruf-huruf semisal 'hukum mati penegak hukum korup'. Di sisi atas peti tersebut, bertuliskan 'Gerakan Rakyat Anti Korupsi'.

Barang tersebut nampaknya bukan benda 'mencurigakan, karena di situ tertera pengirimnya Bambang Saptono yakni dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi.

Menurut keterangan dari petugas Pos Indonesia, Muhammad Rowi, peti itu dikirim Bambang dari Solo tadi malam. Peti itu sendiri tiba di kantor pos Jakarta pukul 04.00 WIB. Petugas pun kemudian mengirimnya ke alamat tujuan.

"Baru pukul. 09.00 WIB kami antar ke MK dan sore ini baru sampai. Dan peti ini barang terakhir yang kita kirim makanya sampai sore," kata dia.

Namun, peti mati itu bukanlah peti mati sungguhan. Peti tersebut hanya peti simbolik dari si pengirim. Peti mati tersebut kini ditangani mailing room MK. "Kita terima peti ini. Selanjutnya nanti kita lapor ke atasan," kata dia.

Pengiriman peti mati simbolik tersebut diduga kuat berhubungan dengan adanya perkara dugaan suap yang melibatkan ketua MK nonaktif, Akil Mochtar. (Eri Komar Sinaga/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×