kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Hati-hati, tol Cipularang KM 118 berpotensi kembali longsor


Selasa, 18 Februari 2020 / 05:54 WIB
Hati-hati, tol Cipularang KM 118 berpotensi kembali longsor
ILUSTRASI. Petugas berada di tepi jalan Tol Cipularang Km 118 yang tergerus longsor, Rabu (12/02). Usai terjadinya pergeseran tanah di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat - Selasa (11/02/2020) terjadi pengerusan tanah hingga tepi jalan Tol Cip

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut longsor di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih berpotensi terjadi kembali. 

Hal demikian dikarenakan masih tingginya curah hujan pada beberapa hari ke depan. Penyelidik Bumi PVMBG Badan Geologi yang juga Ketua tim pengkaji gerakan tanah di Kampung Hegarmanah Anjar Heriwaseso menjelaskan, hasil kajian menyimpulkan gerakan tanah yang sempat mengancam sebagian bahu  Tol Cipularang KM 118+600 itu bertipe longsoran aliran tanah. 

"Daerah ini masih berpotensi untuk bergerak baik longsoran tipe cepat maupun longsoran tipe lambat berupa rayapan (retakan, dan amblesan) jika tidak ada mitigasi baik non struktural maupun struktural," kata Anjar dalam pesan singkatnya, Senin (17/2). 

Baca Juga: Tol Cipularang KM 118 longsor kiri-kanan, berikut penjelasan Jasa Marga

Seperti diketahui, gerakan tanah yang terjadi Selasa (11/3/2020) sekitar pukul 21.00 WIB itu berada pada koordinat 06° 50' 2" LS - 107° 29' 38" BT, pada ketinggian 755 mdpl (meter di atas permukaan laut)

Kepala PVMBG Badan Geologi Kasbani mengatakan, gerakan tanah bertipe longsoran ini berkembang menjadi bahan rombakan dan aliran tanah. 

Kasbani menjelaskan, material longsor berupa lumpur dan tanah mengakibatkan dua rumah dan tiga hektare sawah rusak serta sekitar 80 kepala keluarga dievakuasi. Selain itu, longsor juga mengancam badan jalan Tol Cipularang KM 118+600B. 

Kasbani menyebut gerakan tanah ini disebabkan beberapa faktor, tanah pelapukan yang tebal dan memiliki porositas dan permeabilitas tinggi, kemiringan lereng yang curam, sistem drainase yang tidak berfungsi (tersumbat), tata guna lahan yang berupa lahan basah (persawahan). 

Baca Juga: Dipertanyakan warga, Jasa Marga pastikan Tol Cipularang bisa dilalui pasca longsor

"Genangan air yang berada di utara yang mengakibatkan munculnya mata air/rembesan baru di badan jalan tol sebelah selatan menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah," kata Kasbani. (Agie Permadi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali".

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×