Reporter: Hervin Jumar | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga pangan nasional hingga akhir Januari 2026 terpantau relatif stabil dengan fluktuasi terbatas pada sejumlah komoditas strategis. Data panel konsumen Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 26 Januari 2026 menunjukkan mayoritas harga bergerak tipis, mencerminkan kondisi pasokan yang masih terjaga di tingkat pasar.
Di kelompok beras, pergerakan harga cenderung variatif namun terkendali. Beras premium naik tipis 0,09% menjadi Rp15.560 per kilogram (kg), beras medium naik 0,07% ke Rp13.368 per kg, dan beras medium non-SPHP naik 0,22% menjadi Rp 13.918 per kg. Sementara itu, beras SPHP turun 0,09% ke Rp 12.441 per kg dan beras khusus lokal terkoreksi lebih dalam 0,54% menjadi Rp 15.584 per kg.
Harga komoditas hortikultura melanjutkan tren pelemahan. Bawang merah turun 1,61% menjadi Rp 40.081 per kg, bawang putih bonggol turun 0,27% ke Rp 38.362 per kg, cabai merah keriting melemah 2,58% ke Rp35.896 per kg, cabai merah besar turun 1,98% menjadi Rp36.391 per kg, dan cabai rawit merah turun 0,46% ke Rp 51.628 per kg.
Baca Juga: Mayoritas Harga Pangan Turun di Awal Tahun 2026, Begini Rinciannya
Di kelompok protein, harga daging ayam ras turun tipis 0,05% menjadi Rp 38.959 per kg dan telur ayam ras turun 0,31% ke Rp 30.454 per kg. Harga jagung tingkat peternak turut melemah 0,35% menjadi Rp 6.896 per kg, sementara kedelai biji kering impor turun 0,94% ke Rp 10.816 per kg. Harga daging sapi murni relatif stabil di Rp 136.748 per kg.
Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta, Ngadiran, menyebut kondisi harga pangan sepanjang Januari 2026 relatif tenang karena pasokan mencukupi.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang lebih tidak bergejolak. Harga tidak naik-naik amat, bahkan beberapa komoditas turun,” ujarnya kepada Kontan, Senin (26/1/2026).
Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas produksi dan harga ayam serta telur yang dinilai krusial sebagai sumber protein utama masyarakat. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menggelar koordinasi dengan asosiasi perunggasan dan Satgas Pangan Polri pada Kamis (22/1/2026) guna mengamankan pasokan dan mencegah gejolak harga.
Baca Juga: Harga Pangan 5 Januari 2026 Rata-rata Naik, Hanya Harga Cabai yang Turun
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami, memastikan pasokan unggas nasional dalam kondisi aman. Produksi day old chick (DOC) broiler saat ini mencapai sekitar 70 juta ekor per minggu, sementara produksi telur berada di kisaran 14.000 ton per hari.
“Dari sisi pasokan, baik ayam maupun telur aman untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengingatkan potensi kelebihan pasokan pada Maret–Juli 2026 yang berisiko menekan harga di tingkat peternak.
Di sisi hilir, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pihaknya menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026.
“Ini perintah Bapak Presiden. Stabilkan harga. Titik. Siap, Bapak Presiden,” kata Amran di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Stabilisasi harga ditopang ketersediaan stok nasional, termasuk cadangan beras sebesar 3,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah akhir tahun. Dengan harga ayam hidup saat ini berada di kisaran Rp22.000–Rp23.000 per kg di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 25.000 per kg.
Pemerintah optimistis stabilitas harga pangan dapat terjaga, sekaligus melindungi peternak dan daya beli masyarakat selama Ramadan.
Selanjutnya: Pemerintah Incar Rp 25 T dari Penerbitan ORI029, Masih Buka Potensi Penambahan Kuota
Menarik Dibaca: Bahan Alami untuk Ginjal Sehat, Asam Urat Normal: Rahasia Alami Cegah Komplikasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













