kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.984   24,00   0,14%
  • IDX 7.369   -216,27   -2,85%
  • KOMPAS100 1.027   -32,28   -3,05%
  • LQ45 753   -22,56   -2,91%
  • ISSI 258   -8,66   -3,25%
  • IDX30 398   -12,02   -2,93%
  • IDXHIDIV20 493   -14,34   -2,83%
  • IDX80 115   -3,51   -2,95%
  • IDXV30 133   -3,94   -2,87%
  • IDXQ30 128   -4,22   -3,18%

Istana Bantah Board of Peace (BoP) Tak Bela Kepentingan Palestina


Senin, 09 Maret 2026 / 11:56 WIB
Istana Bantah Board of Peace (BoP) Tak Bela Kepentingan Palestina
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Menemui Sekjen PBB Lapor Presiden Bakal Hadir Dalam Pertemuan Perdanan BoP (Dok Kemenlu/Kementerian Luar Negeri)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Istana membantah bahwa Board of Peace (BoP) tidak membela kepentingan Palestina. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia menguraikan 20 poin rencana perdamaian Gaza yang dibuat oleh Board of Peace (BoP). Rencana tersebut merupakan dasar kesediaan Indonesia bergabung dalam BoP.

"Dalam menilai sesuatu, menganalisa dan memberikan judgement, kita harus benar-benar objektif. Hati-hati melihat dari semua sisi dan membaca secara detail apa yang sedang ingin kita analisa," ujar Ulta dalam keterangan resminya, Minggu (9/3/2026). 

Untuk itu, pihaknya menepis anggapan bahwa BoP tidak membela kepentingan Palestina. Dalam poin nomor 9 yang dibuat BoP, Gaza direncanakan akan berada di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin Komite Palestina. 

Baca Juga: Pemudik Batal Untung, Sebelum Diskon Berlaku, Tarif Jalan Tol Trans Jawa Ini Naik 30%

Kemudian di poin nomor 16, disebutkan bahwa Gaza tidak akan dikuasai oleh Israel. Bahkan Israel ditekan untuk meninggalkan Gaza.

"Ini memperlihatkan keberimbangan poin nomor 16. Ditekankan di sini bahwa Israel ditekan untuk tidak mengokupansi atau menganeksasi Gaza. Sudah dijelaskan di sini kalau Israel dan semua kepentingannya harus meninggalkan Gaza," ucap Ulta.

Lalu dalam poin 19 dan 20 yang dibuat BoP, Palestina nantinya didorong untuk menentukan nasib sendiri serta membangun negara secara mandiri.

"Nomor 19 dan 20, dibilang bahwa ketika program ini sudah berjalan, akan diberikan pathway kepada Palestinian Authority (PA) untuk self determination and statehood. Jadi diberikan jalan untuk menentukan nasib mereka sendiri dan membangun negara mereka sendiri. PA akan menjadi representasi aspirasi masyarakat Gaza," Ulta menerangkan.

Selain itu berdasarkan poin nomor 20, Amerika Serikat (AS) akan mendorong terwujudnya dialog antara Israel dan Palestina. Keduanya didorong untuk hidup berdampingan secara damai.

Baca Juga: Daya Beli Kelas Menengah Tergerus, Jadi Ancaman Serius Bagi Ekonomi Indonesia

Ulta juga menjelaskan bahwa dalam rencana BoP, para pejuang Hamas yang dibebaskan tidak akan dijatuhi hukuman. 

"Ketika tawanan sudah dilepaskan kedua belah pihak, anggota Hamas yang mau hidup berdampingan dengan damai akan diberikan amnesti. Jadi mereka tidak akan dijatuhi hukuman," ujarnya.

Perlindungan pada warga Gaza juga dicantumkan dalam poin 12. Disebutkan bahwa tidak seorang pun akan dipaksa meninggalkan Gaza. Para warga yang mengungsi dari Gaza saat terjadi perang pun bebas untuk kembali.

"Jadi BoP harus kita pisahkan dari konflik (AS-Israel dengan Iran) yang sekarang karena kita berharap ini (20 poin rencana perdamaian Gaza) bisa menjadi sesuatu yang bisa diimplementasikan. Kemerdekaan Palestina harus bisa dicapai. Itu saudara kita (Palestina) dan kita dari awal benar-benar berkomitmen untuk menghapuskan penjajahan dari dunia ini," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×