kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Rupiah dan IHSG Tertekan, Purbaya: Bukan Tanda Resesi dan Ekonomi Masih Ekspansi


Senin, 09 Maret 2026 / 16:01 WIB
Rupiah dan IHSG Tertekan, Purbaya: Bukan Tanda Resesi dan Ekonomi Masih Ekspansi
ILUSTRASI. Devisit APBN 2026-Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) saat konferensi pers pengumuman realisasi APB (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh kisaran Rp 17.000 per dolar AS dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bukan merupakan tanda ekonomi Indonesia memasuki krisis atau resesi seperti yang terjadi pada 1998.

Menurut Purbaya, anggapan sebagian pihak yang menilai pelemahan pasar keuangan disebabkan oleh daya beli masyarakat yang hancur dan ekonomi yang kembali menuju krisis tidak sesuai dengan kondisi fundamental ekonomi saat ini.

"Level Rp 17.000 per dolar AS, IHSG Anjlok karena sebagian teman-teman ekonomi bilang karena kita sudah resesi mulai 1998 lagi dan itulah, daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu. Ekonomi sedang ekspansi," ujar Purbaya kepada awak media di Pasar Tanah Abang, Senin (9/3.

Baca Juga: Kemenag Akan Bagikan 2 Juta Paket Zakat Fitrah di Velodrome, Jaktim, Kamis (12/3)

Ia menegaskan pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat agar tetap kuat. Bahkan, menurutnya kondisi ekonomi nasional saat ini masih berada pada fase pertumbuhan yang positif.

"Daya beli kita jaga mati-matian. Boro-boro krisis, resesi saja belum. Melambat saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi," katanya.

Purbaya menambahkan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar dalam beberapa minggu ke depan. Ia juga meminta para investor di pasar saham tidak perlu khawatir terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

"Investor di pasar saham tidak usah takut. Fondasi ekonomi kita jaga betul," katanya.

Ia menilai pemerintah memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis ekonomi sebelumnya, termasuk krisis Asia 1998, krisis keuangan global 2008–2009, hingga guncangan ekonomi saat pandemi Covid-19 pada 2020.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi pemerintah dalam merancang kebijakan untuk meredam gejolak ekonomi.

Baca Juga: Harga Minyak Melambung, Ekonom: Penahanan Harga BBM Hanya Solusi Jangka Pendek

Purbaya memastikan pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan jika gejolak pasar berlanjut, dengan tujuan utama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×