kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Harga Pangan dan Minyak Jadi Ancaman Inflasi, Ini Kata Gubernur BI


Senin, 14 September 2026 / 18:40 WIB
Harga Pangan dan Minyak Jadi Ancaman Inflasi, Ini Kata Gubernur BI
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) melihat risiko inflasi ke depan masih perlu diwaspadai, terutama dari pergerakan harga pangan dan minyak (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat risiko inflasi ke depan masih perlu diwaspadai, terutama dari pergerakan harga pangan dan minyak. Sementara itu, tekanan dari inflasi inti dinilai masih relatif terkendali seiring aktivitas ekonomi yang belum sepenuhnya mencapai kapasitas potensial.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, inflasi inti masih berada dalam kondisi terkendali. Kondisi tersebut sejalan dengan aktivitas ekonomi Indonesia yang dinilai masih bergerak di bawah level potensialnya.

Menurut Destry, kondisi tersebut membuat tekanan inflasi yang berasal dari aktivitas ekonomi atau inflasi inti masih relatif dapat dikendalikan meski perekonomian terus tumbuh.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus ke US$ 100, Beban APBN Bisa Bertambah Lebih dari Rp 100 Triliun

Namun, perhatian BI saat ini lebih tertuju pada inflasi pangan bergejolak atau volatile food inflation. Destry menyebut harga pangan dan minyak menjadi dua tantangan utama inflasi global yang juga perlu diwaspadai Indonesia.

“Tapi memang concern itu adalah volatile food inflation,” ujar Destry saat melakukan rapat kerja dengan DPD RI, Senin (14/9/2026).

Ia mengatakan, dalam sejumlah pertemuan internasional, termasuk BRICS dan Basel, perkembangan harga minyak dan pangan turut menjadi perhatian karena berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi global.

“Disampaikan, tantangan utama global itu adalah dua, harga minyak dan pangan. Nah ini yang menjadi tantangan kita semua,” jelasnya.

BI Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan

Untuk mengantisipasi tekanan inflasi yang berasal dari komponen pangan, BI bersama pemerintah terus menjalankan berbagai program pengendalian inflasi. Salah satunya melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis (GTIPS).

Destry mengatakan, program tersebut dijalankan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga di daerah.

Baca Juga: Suahasil Jadi Menkeu, Ekonom: Jangan Berharap Banyak Tanpa Evaluasi MBG-KDMP

Berbagai langkah dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan. Upaya tersebut mencakup kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi pangan, pelaksanaan pasar murah, hingga penguatan cadangan pangan.

“Dan koordinasi yang terus kita perkuat. Dan ini alhamdulillah gerakannya masih jalan terus, sehingga volatile food inflation masih bisa kami kendalikan di bawah 5%,” kata Destry.

Meski demikian, Destry mengakui masih terdapat sejumlah daerah yang mencatat inflasi di atas sasaran. Daerah-daerah tersebut menjadi perhatian pemerintah dan BI dalam upaya menjaga stabilitas harga.

“Kalau kita lihat yang di peta sebelah kiri, ini adalah daerah-daerah merah, itu adalah daerah-daerah yang inflasi mereka itu di atas inflasi 3,5% yang menjadi target kami,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×