Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dapat dicapai pada 2027. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah akan mengandalkan kekuatan permintaan domestik sekaligus menghidupkan mesin pertumbuhan dari sektor pemerintah dan swasta.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, struktur ekonomi Indonesia memberikan modal yang cukup kuat untuk mengejar pertumbuhan lebih tinggi. Pasalnya, sekitar 90% perekonomian Indonesia ditopang oleh permintaan domestik, sedangkan ketergantungan terhadap faktor eksternal hanya sekitar 10%.
“Domestic demand kita itu sekitar 90%. Ketergantungan kita ke asing itu cuma 10%," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan DPD RI, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Bulog Siap Salurkan 150.000 Ton Jagung untuk Peternak hingga Akhir 2026
Menurut Purbaya, menjaga kekuatan permintaan domestik menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan sektor industri untuk memastikan aktivitas ekonomi terus bergerak.
Selain menjaga permintaan domestik, pemerintah ingin menghidupkan dua mesin pertumbuhan ekonomi, yakni sektor pemerintah dan sektor non-pemerintah atau swasta.
"Saya akan bekerja sama supaya kedua mesin pertumbuhan kita berjalan dengan baik, sektor pemerintah dan di luar pemerintah," katanya.
Purbaya menilai pertumbuhan ekonomi 6% bukan target yang terlalu muluk. Ia membandingkan kondisi pertumbuhan kredit dan ekonomi pada periode sebelumnya sebagai gambaran besarnya ruang untuk mendorong pertumbuhan.
Ia mencontohkan, ketika pertumbuhan kredit mencapai 22%, ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 6%. Sementara ketika pertumbuhan kredit hanya sekitar 7%, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5%.
Karena itu, Purbaya melihat penguatan pembiayaan dan aktivitas sektor swasta dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.
Baca Juga: Kecelakaan Kapal Virgo Transport: Tim SAR Cari 129 Orang yang Hilang, 6 Meninggal
"Harusnya yang 6 tambah 5 lebih mesti nyala, tidak terlalu sulit," ujarnya.
Selain itu, Purbaya menilai perbaikan investasi di daerah akan menjadi faktor penting untuk mencapai target tersebut. Pemerintah daerah perlu menciptakan iklim investasi yang baik agar investasi dapat masuk dan memberikan dampak berkelanjutan terhadap perekonomian.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya didorong dari pemerintah pusat. Aktivitas ekonomi di daerah dan sektor swasta juga harus bergerak agar target pertumbuhan yang lebih tinggi dapat tercapai.
"Target pertumbuhan 6% itu tidak terlalu muluk-muluk kalau kita semua bekerja sama," pungkas Purbaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














