kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Inflasi Tahunan Juli Diramal Turun ke 3,08%, Harga Pangan Mereda Jadi Pemicu


Kamis, 30 Juli 2026 / 17:02 WIB
Inflasi Tahunan Juli Diramal Turun ke 3,08%, Harga Pangan Mereda Jadi Pemicu
ILUSTRASI. Kenaikan harga ponsel turut sumbang inflasi juni 2026 (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan mencatatkan inflasi yang menurun pada Juli 2026.

Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank, Faisal Rachman memperkirakan, inflasi pada Juli 2026 secara tahunan akan mencapai 3,08% year on year (yoy), turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,34% yoy.

Penurunan inflasi secara tahunan disebabkan inflasi pada komponen harga volatil diperkirakan akan moderat, didorong oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan utama selama musim panen puncak.

Baca Juga: KPR Subsidi Tenor 40 Tahun Resmi Berlaku, Cicilan Bisa di Bawah Rp 1 Juta

Sementara itu, secara bulanan inflasi diproyeksikan akan melambat dari 0,44% mtm pada Juni 2026 menjadi 0,05% mtm pada Juli 2026.

“Ini terutama didorong oleh deflasi pada komponen Harga Volatil,” tutur Faisal kepada Kontan, Kamis (30/7/2026).

Faisal mencatat, berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), komponen harga pangan diperkirakan akan menurun, dipimpin oleh penurunan harga telur ayam, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit, yang lebih dari mengimbangi kenaikan harga beras, daging ayam, daging sapi, dan bawang putih.

Sementara itu, indeks harga yang diatur pemerintah diperkirakan akan mencatat inflasi moderat, didukung oleh kenaikan harga tiket pesawat karena periode liburan sekolah musiman dan normalisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) setelah berakhirnya kebijakan PPN yang ditanggung pemerintah pada 5 Juli 2026.

Meski demikian, ia menyebut peningkatan inflasi harga yang diatur pemerintah diperkirakan akan sebagian diimbangi oleh penurunan harga bahan bakar non-subsidi, termasuk Pertamax Turbo, Pertamax Dex, dan Dexlite. Selain itu, harga LPG non-subsidi (tabung 12 kg dan 5,5 kg) juga dilaporkan telah menurun.

Lebih lanjut, inflasi inti diperkirakan akan mencatat peningkatan bulanan yang lebih rendah daripada pada Juni 2026.

Baca Juga: Menteri PKP Terbitkan Aturan Baru, Setiap Rumah Subsidi Wajib Tanam Satu Pohon

“Meskipun kenaikan harga musiman pada barang dan jasa yang terkait dengan pendidikan dan rekreasi diantisipasi, penurunan harga emas diperkirakan akan membantu menahan inflasi inti,” ungkapnya.

Kedepan, Faisal menilai, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berlangsung kemungkinan akan memperkuat permintaan pangan, menimbulkan risiko kenaikan inflasi harga yang berfluktuasi kecuali disertai dengan peningkatan yang cukup dalam produksi pertanian dan ketahanan rantai pasokan.

Selain itu, potensi munculnya El Niño "Godzilla" perlu dipantau secara ketat, karena dapat mengganggu produksi pertanian, mendorong kenaikan harga pangan, dan semakin memperintensifkan tekanan inflasi.

Dari sisi eksternal, risiko inflasi dinilai tetap tinggi di tengah ketidakpastian yang terus-menerus seputar ketegangan geopolitik Timur Tengah dan prospek kebijakan Fed, yang keduanya telah berkontribusi pada lingkungan pasar yang lebih menghindari risiko, arus masuk modal yang terbatas, dan depresiasi Rupiah. Perkembangan tersebut lanjutnya, dapat meningkatkan risiko inflasi impor.

“Hal ini telah ditunjukkan oleh inflasi sisi penawaran yang telah melampaui inflasi sisi permintaan, menunjukkan peningkatan risiko penerusan biaya produsen ke harga konsumen karena biaya input, khususnya untuk bahan baku impor, terus meningkat,” tambahnya.

Dengan asumsi pemerintah mempertahankan harga energi bersubsidi pada tingkat saat ini, Faisal memperkirakan inflasi utama akan mencapai sekitar 3,13% pada akhir tahun 2026.

Baca Juga: Bulog Pastikan Mutu Beras Nasional Berkualitas, Dorong Sertifikasi Penggilingan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×