kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Harga minyak turun ke US$ 11,82 per barel, pemerintah masih tenang-tenang saja


Selasa, 21 April 2020 / 03:50 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah di pasar global semakin jatuh di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Kondisi Ini tentu semakin menekan pemasukan negara di tengah perlambatan ekonomi. 

Berdasarkan data Kantor Berita CNBC, pada Senin (20/4) malam, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei 2020 turun ke level US$ 11,82 per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Pentingnya THR bagi kelompok masyarkat yang belum tersentuh program pemerintah

Harga minyak mentah ini merupakan level terendah baru dalam 21 tahun terakhir.

Penurunan ini akan mempengaruhi harga minyak mentah Indonesia alias Indonesia Crude Price (ICP). Sementara dalam skenario berat pemerintah, ICP tahun ini bisa tertekan ke level US$ 38 per barel dan tertekan ke level US$ 31 per barel dalam skenario sangat berat.

Baca Juga: Realisasi investasi Indoensia 2020 masih terganjal pandemi virus corona Covid-19

Jika harga minyak bertahan rendah akan berdampak pada penerimaan negara.

Berdasarkan sensitivitas asumsi dasar makro di Nota Keuangan dan APBN 2020, setiap kenaikan ICP sebesar US$ 1 barel akan menambah penerimaan negara sebesar Rp 3,6 triliun-Rp 4,2 triliun.

SELANJUTNYA>>>




TERBARU

[X]
×