kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Harga elpiji dan listrik dorong inflasi September


Rabu, 01 Oktober 2014 / 11:28 WIB
ILUSTRASI. Panen hasil benih jagung super hibrida produksi BISI.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) dan tarif dasar listrik membuat tekanan inflasi pada September 2014 membesar. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi September 2014 terbesar terjadi di komoditas perumahan, seperti air, listrik, gas, dan bahan bakar. 

Dari total inflasi bulanan pada September 2014 yang sebesar 0,27%, sektor perumahan mengalami inflasi sebesar 0,77%. "Ini akibat kenaikan harga elpiji dan listrik," kata Ketua BPS Suryamin, Rabu (1/10).

BPS mencatat besarnya kenaikan harga barang dan jasa (inflasi) pada September 2014 mencapai sebesar 0,27%. Untuk inflasi tahun kalender sebesar 3,71% dan inflasi tahunan (YoY) sebesar 4,53%.

Pada September 2014, inflasi inti mencapai 0,29%. "Dibanding inflasi 6 tahun terakhir, inflasi September 2014 adalah terendah ketiga. Ini masih cukup rendah, cukup terkendali," kata Suryamin.

Pada 2009, inflasi September tercatat 1,05%, September 2010 sebesar 0,44%, September 2011 sebesar 0,27%, September 2012 sebesar 0,01%, dan September 2013 mengalami deflasi sebesar 0,35%. 

Menurut Suryamin, inflasi tertinggi terjadi di kota Pangkalpinang sebesar 1,29%. Sedangkan inflasi terendah di Kota Gorontalo sebesar 0,03%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×