kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Hadiri KTT ASEAN, PM China: Perdagangan China-ASEAN Capai US$ 970 Miliar pada 2022


Rabu, 06 September 2023 / 11:36 WIB
Hadiri KTT ASEAN, PM China: Perdagangan China-ASEAN Capai US$ 970 Miliar pada 2022
ILUSTRASI. KTT ASEAN-China. Media Center KTT ASEAN 2023/Zabur Karuru/aww.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdana Menteri China Li Qiang turut menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang di selenggarakan di JCC Senayan, Rabu (6/9). 

Dalam sambutannya, Li Qiang mengatakan bahwa volume dagang antara China-ASEAN terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2022, volume perdagangan China-ASEAN mencapai lebih dari US$ 970 miliar atau setara Rp 14.841 triliun. 

"Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu," kata Li Qiang. 

Ia mengatakan, China berkomitmen terus meningkatkan kerja sama dagang dengan ASEAN. Ia bercerita, pada tahun 2021, Presiden Xi  Jinping berjanji akan melakukan impor produk pertanian senilai US$150 miliar atau Rp 2.295 triliun dalam lima tahun ke depan. 

Baca Juga: Wamen BUMN Ungkap Masih Banyak UMKM di ASEAN yang Tak Terjamah Layanan Digital

Kemudian, hingga saat ini impor produk pertanian dari ASEAN sudah terealisasi mencapai US 55 miliar atau Rp 841 triliun. 

"Terealisasi lebih cepat dari yang kami perkirakan," jelas Li Qiang. 

Menurutnya, ASEAN dapat menjadi mitra dagang yang tepat bagi China, mengingat ASEAN adalah negara dengan perolehan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima di dunia. Sementara, China menjadi negara  dengan PDB terbesar kedua di dunia. 

"Kerja sama ini sangat berpeluang kepada kedua belah pihak," tambah Li Qiang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×