kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Hadapi gejolak minyak, pemerintah siapkan tiga jurus


Senin, 07 Maret 2011 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan papan pancatatan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah menyiapkan tiga jurus mengatasi kenaikan harga minya mentah dunia yang kini telah mencapai angka di atas US$ 100 per barel. Salah satunya adalah meningkatkan produksi minyak mentah untuk mengurangi beban impor.

Selain itu, pemerintah akan menghemat dan mempercepat diversifikasi energi. "Itu harus terus dilakukan. Program-program geothermal, program-program terkait penggunaan BBM oleh PLN (perusahaan Listrik Negara) itu harus segera mungkin dikurangi," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Senin (7/3).

Sebelumnya, Hatta mengaku telah memimpin rapat terkait proyek 10.000 Megawatt agar penggunaan batubara sebisa mungkin untuk dipercepat. Langkah ketiga dengan mengupayakan penghematan penggunaan anggaran. Langkah ini dilakukan jika harga minyak mentah memang benar-benar tinggi.

Menurut Hatta, setiap kenaikan harga minyak akan mempengaruhi terhadap subsidi. Nah, jika beban subsidi meningkat maka akan membebani APBN 2011.

Hatta mengatakan pemerintah bakal merevisi asumsi makronya. Pada APBN 2011, asumsi harga ICP dipatok pada angka US$80 per barel. Saat ini, harga minyak mentah sudah melebihi US$ 100 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×