kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Gerindra sarankan Jokowi tak banyak bicara


Kamis, 23 Oktober 2014 / 15:16 WIB
ILUSTRASI. Setelah menggelar pertemuan, Jokowi mengajak para pemimpin ASEAN untuk menikmati keindahan NTT dengan kapal pinisi. POOL/ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat, mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak banyak bicara mengenai kabinet yang akan dilantiknya.

Menurut Martin, sikap tersebut penting agar Presiden Jokowi tidak tersandera oleh omongannya sendiri mengenai waktu pengumuman kabinetnya.

"Nggak usah banyak omong. Bagaimana presiden yang tidak banyak omong itu yang penting. Beliau terlalu cepat bicara. Presiden irit bicara. Jangan terlalu banyak bicara akhirnya kalau tidak ditepati bicaranya," ujar Martin di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (23/10).

Menurut Martin, Jokowi tidak perlu terburu-buru mengenai pengumuman kabinetnya karena dia memiliki waktu dua minggu untuk membentuk kabinet seperti yang diamanatkan undang-undang.

"Itu kan kalau undang-undang mengatakan dua minggu bagi presiden untuk melantik kebinetnya," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo diberitakan akan mengumumkan kabinetnya tadi malam di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, pengumuman akhirnya ditunda. Padahal segala persiapan telah dilakukan. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×