kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Genjot produksi beras, pemerintah bentuk tim pengawasan


Rabu, 02 Maret 2011 / 17:09 WIB
Digitaraya Akselerator targetkan bisa menjaring lebih dari 100 start up di tahun ini. KONTAN/Venny Suryanto


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah akan menambah lahan pertanian seluas 2 juta hektare untuk mencapai surplus beras sebesar 10 juta ton. Pencetakan sawah itu akan dilakukan mulai tahun ini hingga 2014.

Untuk pembentukan sawah baru ini, pemerintah membentuk tim nasional pengawasan produksi. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tim ini akan melibatkan kementerian/lembaga terkait seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Bayu Krisnamukti mengatakan, pembentukan tim pengawas nantinya sangat penting karena akan mengawal Instruksi Presiden (Inpres), untuk meningkatkan produksi beras hingga mencapai 10 juta ton. “Intinya timnas akan bekerja untuk mengawasi produksi itu,” katanya.

Direktur Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, sampai hari ini, stok beras sudah mencapai 1,6 juta ton. “Kemarin saja, yang sudah masuk ke Gudang Bulog itu sudah mencapai 79 ribu ton. Alhamdulillah ini sudah lebih baik dari tahun lalu,” katanya. Sutarto mengatakan, stok beras akan bertambah dengan adanya panen raya hingga April mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×