kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Geliat Manufaktur Picu Kenaikan Impor, Surplus Neraca Dagang Akan Mengecil


Minggu, 13 Agustus 2023 / 19:28 WIB
Geliat Manufaktur Picu Kenaikan Impor, Surplus Neraca Dagang Akan Mengecil
ILUSTRASI. Neraca perdagangan Indonesia mungkin tetap mencetak surplus pada bulan Juli 2023


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia mungkin tetap mencetak surplus pada bulan Juli 2023, tetapi akan menurun dari capaian surplus pada bulan sebelumnya. 

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan, surplus neraca perdagangan Juli 2023 berada di kisaran US$ 2,5 miliar atau lebih kecil dari US$ 3,45 miliar pada bulan sebelumnya. 

Faiz mengungkapkan, surplus neraca perdagangan yang menyusut seiring dengan kemungkinan peningkatan impor. 

"Beberapa harga impor naik, diiringi dengan ekspansi manufaktur," terang Faiz kepada Kontan.co.id, Jumat (11/8). 

Baca Juga: Kenaikan Impor Lebih Tinggi, Surplus Neraca Dagang RI Diprediksi Menyusut

Pada bulan Juli 2023, PMI Manufaktur Indonesia berada di level 53,3. Sedangkan indikator ekspansi manufaktur adalah indeks di atas 50. 

PMI Manufaktur Indonesia ini tercatat lebih tinggi dari sejumlah negara, seperti Eropa dengan indeks 42,7, Amerika Serikat (AS) sebesar 49, juga China yang sebesar 49,2. 

Bila industri Indonesia bergeliat, maka terbuka besar kemungkinan industri butuh barang baku maupun barang modal yang juga didapat dari impor. 

Meski demikian, Faiz melihat beberapa indikator baik yang tetap menopang pertumbuhan ekspor, yaitu peningkatan harga komoditas andalan. 

"Harga batubara maupun minyak sawit mentah (CPO) dan aluminium tercatat meningkat pada bulan lalu," tandas Faiz. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×