kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ganjar: FCTC buat industri rokok kretek tersingkir


Kamis, 28 November 2013 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. Beli Paket Akrab XL di Tokopedia dan dapatkan diskon s.d Rp85.000.


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa khawatir dengan adanya rencana pemerintah meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

"FCTC dibuat secara politik nanti pilihannya akan jatuh pada produk olahan rokok putih, karena penetrasi kapitalisme asing. Nah, petani kita yang produknya rokok kretek akan tersingkir," katanya di Gedung DPR (28/11).

Ganjar menambahkan, industri rokok kretek di Jateng tidak hanya dapat menggenjot pendapatan secara ekonomis saja dan nilainya tidak sedikit sumbangannya kepada pemerintah.

"Kenapa industri kretek sangat strategis? Di sana ada nilai ekonomi tinggi, serta jangan lupa ada nilai kulturalnya juga, ada mitos di sana, kearifan lokal juga harus dijaga," imbuhnya.

Menurut politisi dari PDI-P itu, komoditas tembakau menyumbang penerimaan negara dari cukai rokok sebesar Rp. 63 triliun.

“Jadi, negara jangan hanya terima duit saja. Kalau hari ini negara mau men-delete industri ini saya siap tempur," tantangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×