kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.128   3,00   0,02%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Ganjar: FCTC buat industri rokok kretek tersingkir


Kamis, 28 November 2013 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. Beli Paket Akrab XL di Tokopedia dan dapatkan diskon s.d Rp85.000.


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa khawatir dengan adanya rencana pemerintah meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

"FCTC dibuat secara politik nanti pilihannya akan jatuh pada produk olahan rokok putih, karena penetrasi kapitalisme asing. Nah, petani kita yang produknya rokok kretek akan tersingkir," katanya di Gedung DPR (28/11).

Ganjar menambahkan, industri rokok kretek di Jateng tidak hanya dapat menggenjot pendapatan secara ekonomis saja dan nilainya tidak sedikit sumbangannya kepada pemerintah.

"Kenapa industri kretek sangat strategis? Di sana ada nilai ekonomi tinggi, serta jangan lupa ada nilai kulturalnya juga, ada mitos di sana, kearifan lokal juga harus dijaga," imbuhnya.

Menurut politisi dari PDI-P itu, komoditas tembakau menyumbang penerimaan negara dari cukai rokok sebesar Rp. 63 triliun.

“Jadi, negara jangan hanya terima duit saja. Kalau hari ini negara mau men-delete industri ini saya siap tempur," tantangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×