kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.065   65,00   0,36%
  • IDX 5.801   -139,73   -2,35%
  • KOMPAS100 768   -17,85   -2,27%
  • LQ45 579   -9,80   -1,66%
  • ISSI 202   -4,29   -2,08%
  • IDX30 328   -5,61   -1,68%
  • IDXHIDIV20 406   -5,71   -1,38%
  • IDX80 87   -1,72   -1,94%
  • IDXV30 111   -2,52   -2,22%
  • IDXQ30 106   -1,75   -1,62%

Fraksi Partai Gerindra minta kurs rupiah Rp 6.500, mungkinkah?


Rabu, 10 Juli 2019 / 12:54 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika Dewi

Yang terpenting, pemerintah fokus memperkuat nilai tukar rupiah secara bertahap dan fundamental. Hal itu hanya bisa dicapai dengan perbaikan struktural pada perekonomian Indonesia. 

“Kembali lagi ke persoalan defisit transaksi berjalan (CAD) kalau mau menguatkan nilai tukar rupiah secara fundamental. Bagaimana kita mampu menarik investasi asing langsung (FDI) berorientasi ekspor, meningkatkan produktivitas industri dan tenaga kerja, dan meningkatkan infrastruktur penunjang ekspor,” tutur Mikail. 

Sepanjang kuartal I-2019, Indonesia masih mencatatkan defisit transaksi berjalan sebesar Rp 7 miliar atau 2,6% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai Rp 9,2 miliar atau 3,6% PDB, namun defisit tersebut lebih besar dibanding periode yang sama di 2018 di mana CAD hanya Rp 5,2 miliar atau 2,01% dari PDB. 

Hari ini, nilai tukar rupiah di pasar spot sempat berada pada level Rp 14.139 per dollar AS atau melemah 0,06% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. 

Sementara, Bank Indonesia mencatat kurs tengah rupiah (Jisdor) pada level Rp 14.152 per dollar AS, juga melemah dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar Rp 14.129 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×