Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.568
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS655.000 -0,15%

Fitch pangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 dari 5,1% menjadi 5%

Kamis, 06 Desember 2018 / 22:03 WIB

Fitch pangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 dari 5,1% menjadi 5%
ILUSTRASI. Fitch Ratings

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga riset internasional berbondong-bondong memangkas angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan. Fitch Ratings misalnya, memangkas proyeksi laju ekonomi dari 5,1% menjadi 5%.

Kondisi tersebut terjadi karena kondisi finansial yang ketat. Utamanya didorong oleh laju investasi yang melambat.


"Biaya pembiayaan yang lebih tinggi, ditambah langkah pemerintah yang mengekang laju impor yang tinggi diperkirakan akan meningkatkan pengeluaran modal," jelas Fitch dalam laporan tertulisnya, Rabu (5/12).

Hal ini juga didorong kondisi ekonomi pada kuartal IV 2018. Daya beli konsumen merosot dalam beberapa bulan terakhir, tetapi tetap cukup tinggi di tengah inflasi yang rendah. Sedangkan penjualan kendaraan domestik tetap solid di awal kuartal IV-2018.

Perlambatan daya beli konsumen terjadi sejak kuartal III-2018. Secara rinci Fitch melihat konsumsi sedikit melambat, meskipun tetap terjadi peningkatan.

Sedangkan investasi pemerintah masih terus meningkat. Pertumbuhan ekspor dan impor juga menurun meskipun tetap tumbuh.

Sektor eksternal berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan seiring pertumbuhan impor melampaui pertumbuhan ekspor.

Kondisi tersebut mendorong inflasi pada tahun 2019 dikisaran 3%. Angka ini lebih rendah ketimbang proyeksi Bank Indonesia (BI) dikisaran 3,5% dengan range plus minus 1%.

Kendali pemerintah pada harga bahan bakar minyak (BBM) dilihat mampu mengurangi tekanan dari kenaikan harga minyak global. Dengan demikian inflasi dapat tetap terkendali di tengah perekonomian yang melambat tahun depan serta harga minyak yang diprediksi lebih rendah.

Pun dengan nilai tukar rupiah. Fitch melihat rupiah masih rentan terhadap sentimen global.

Kondisi akan terus terjadi apabila kepemilikan asing terhadap obligasi pemerintah masih tinggi, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) terus mengalami pelebaran dan cadangan devisa yang terus tergerus.

"Kami menduga BI akan menaikkan suku bunganya sebanyak dua kali di tahun 2019," ungkapnya.

Reporter: Benedicta Prima
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0040 || diagnostic_api_kanan = 0.5028 || diagnostic_web = 3.0348

Close [X]
×