kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.110   14,00   0,08%
  • IDX 6.074   -56,78   -0,93%
  • KOMPAS100 794   -5,26   -0,66%
  • LQ45 606   -2,41   -0,40%
  • ISSI 210   -1,91   -0,90%
  • IDX30 341   -0,78   -0,23%
  • IDXHIDIV20 423   0,26   0,06%
  • IDX80 91   -0,46   -0,50%
  • IDXV30 115   -0,38   -0,33%
  • IDXQ30 110   0,04   0,04%

Empat poin penting rencana kebijakan tax amnesty II


Selasa, 25 Mei 2021 / 07:50 WIB


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Adinda Ade Mustami

Pertama, wajib pajak akan dikenakan tarif pajak penghasilan (PPh) final. Kedua, lewat Program PAS, wajib pajak yang telah membayar PPh terutang akan mendapatkan keringanan sanksi administrasi. 

"Oleh karena itu, kami akan lebih berfokus ke bagaimana meningkatkan compliance tanpa menciptakan perasaan ketidakadilan yang akan terus kami jaga, baik dalam kerangka tax amnesty atau dari sisi compliance facility yang kami berikan, sehingga masyarakat punya pilihan agar mereka lebih comply," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Hipmi: Wacana pajak orang kaya kontraproduktif dengan semangat pemulihan ekonomi

Ketiga, pemerintah akan mengusulkan penghentian tuntutan pidana melalui program pengampunan pajak ini dan menggantinya dengan pembayaran sanksi administrasi. Kempat, fokus pengampunan pajak kali ini adalah untuk menopang penerimaan negara.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, rencana tax amnesty jilid II akan masuk dalam revisi UU tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Pemerintah sudah mengajukan rancangan revisi UU KUP ke DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×