kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

El Nino Masih Jadi Ancaman, Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Saat Ramadan


Selasa, 27 Februari 2024 / 16:22 WIB
El Nino Masih Jadi Ancaman, Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Saat Ramadan
ILUSTRASI. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan persediaan beras cukup banyak atau aman untuk periode Ramadan dan Idul Fitri 2024.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan persediaan beras cukup banyak atau aman untuk periode Ramadan dan Idul Fitri 2024.

Kendati harga beras premium dan medium di pasaran masih relatif tinggi. Melansir dari Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa pukul 10:30 WIB, harga beras premium naik Rp 150 menjadi Rp1 6.520/kg. Sedangkan harga beras medium naik Rp 90 menjadi Rp 14.390 per kg.

"Panen Maret, April, Mei aman, kebutuhan kita Ramadan aman," kata Menteri Amran kepada wartawan, Selasa (27/2).

Namun, Amran bilang, pada pertengahan tahun 2024 produksi beras Indonesia akan lebih tertantang. Pasalnya, pada periode itu telah melewati masa panen.

Untuk itu, pemerintah melakukan segala cara untuk menggenjot produksi beras dalam negeri. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyetujui penambahan anggaran untuk subsidi pupuk di tahun 2024 ini dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.

"Presiden Jokowi memutuskan anggaran subsidi pupuk dari 4,77 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Kami harap seluruh petani di Indonesia lakukan tanam cepat," kata Amran.

Baca Juga: Kuota Pupuk Subsidi Tahun Ini Ditambah Menjadi 9,5 Juta Ton

Selain penambahan kuota subsidi pupuk, Kementan juga melakukan pompanisasi sungai besar di pulau Jawa, diantaranya Bengawan solo agar tanaman padi bisa bertahan sehingga ancaman gagal panen dapat teratasi.

Saat ini, kata Amran, pemerintah juga sudah menyiapkan bendungan yang mampu mengairi lahan 200.000 hektare.

Lebih lanjut, langkah selanjutnya adalah optimalisasi lahan dengan teknologi sumur dalam serta sumur dangkal air tanah, yang sudah diuji coba di Gunung Kidul dengan mengairi 1.000 hektare dengan biaya Rp 14 miliar.

“Optimalisasi lahan kerja sama dengan TNI. Karena gerakan harus cepat. Ada El Nino yang begitu dahsyat, bahkan menurunkan luas tanam itu 20% hingga 30%," ungkapnya.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut ditargetkan bakal menghasilkan produksi lahan pertanian bagi petani, sehingga produksi dalam negeri bisa menopang kebutuhan yang ada.

“Produksi kita di Maret, April, Mei, Juli Insya Allah aman. Hanya saja jika kita harus menyiapkan di Juni, Juli, Agustus September, Oktober, kita harus siapkan dari sekarang, kita ini preventif, bukan kuratif terjadi baru panik,” imbuh Amran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×