kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Ekspor rendah karena industri lokal tak optimal


Senin, 06 Oktober 2014 / 23:32 WIB
ILUSTRASI. Bunga camelia


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pengamat Ekonomi Dani Setiawan mengatakan ekspor Indonesia masih rendah karena sektor industri dalam negeri belum berjalan optimal. Tren penerimaan hasil ekspor pun turun. "Industri nasional masih melempem karena bersaing dengan produk asing yang membanjiri Indonesia, otomatis ekspornya menurun," kata Dani di Jakarta, Senin (6/10/2014).

Dani mengatakan industri nasional khususnya usaha kecil menengah (UKM) belum bisa bersaing dengan produk-produk impor murah dari Tiongkok. Menurut Dani, regulasi yang mengatur tentang perindustrian juga masih menguntungkan pemodal asing. Karenanya, kata dia, butuh regulasi yang berpihak kepada industri nasional.

"Dengan regulasi yang seperti ini, industri nasional tidak memiliki daya tahan terhadap hantaman produk impor yang relatif murah," imbuh Dani.

Dani menyebut peningkatan ekspor yang sangat lambat menyebabkan pemerintah tidak memiliki uang. Padahal, kata dia, utang luar negeri bisa ditutup dengan devisa hasil penerimaan ekspor.

Untuk meningkatkan daya saing ekspor produk-produk nasional, tegas Dani, perlu pondasi ekonomi yang kuat agar UKM Indonesia mampu bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Masalah di regulasi dan strukturalnya harus dikenali dulu agar kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran," ujar Dani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×