kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Ekonomi Kuartal I-2026 Diprediksi Tumbuh 5,05%, Ditopang Konsumsi Ramadan-Lebaran


Senin, 30 Maret 2026 / 19:27 WIB
Ekonomi Kuartal I-2026 Diprediksi Tumbuh 5,05%, Ditopang Konsumsi Ramadan-Lebaran
ILUSTRASI. Kunjungan Ramadhan di Pusat Perbelanjaan (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Center of Economic and Law Studies (Celios) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,05% secara tahunan (year on year/yoy), didorong faktor musiman Ramadan dan Lebaran.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menyebutkan, momentum konsumsi selama periode hari raya masih menjadi penopang utama pertumbuhan pada awal tahun ini. Namun, pertumbuhan ekonomi sebenarnya berpotensi lebih tinggi.

“Idealnya bisa di atas 5,5% yoy. Tapi ada beberapa tantangan yang menghambat konsumsi rumah tangga,” ujarnya kepada Kontan, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Konsumsi Lebaran Dorong Ekonomi Kuartal I-2026, Indef Ingatkan Itu Sementara

Bhima bilang, salah satu faktor penahan konsumsi adalah kecenderungan masyarakat untuk menyimpan tunjangan hari raya (THR) dibandingkan membelanjakannya. Hal ini dipicu kekhawatiran terhadap potensi kenaikan harga energi dan pangan setelah Lebaran.

Dari sisi sektoral, Bhima mengakui, tradisi mudik tetap memberikan dorongan terhadap sektor pariwisata. Meski begitu, perlu ada upaya lebih untuk meningkatkan dampak ekonominya.

“Ke depan perlu promosi lebih gencar ke destinasi wisata baru agar durasi tinggal wisatawan bisa lebih lama,” jelasnya.

Bhima juga menekankan pentingnya pengendalian inflasi, baik sebelum maupun setelah periode mudik, agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan THR dapat dibelanjakan secara optimal.

Selain itu, penciptaan lapangan kerja dinilai menjadi faktor krusial untuk meningkatkan kualitas dan jumlah pemudik, yang pada akhirnya dapat memperkuat konsumsi domestik.

Sementara itu, untuk kuartal II-2026, Celios memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat ke kisaran 4,7%–4,9% yoy.

Perlambatan ini dipengaruhi oleh tekanan eksternal dan domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah serta kenaikan harga energi dan pangan.

Baca Juga: Surplus Dagang Diprediksi Menyempit per Februari 2026 Karena Impor Melonjak

Bhima juga mengingatkan adanya potensi risiko dari fenomena super El Nino yang terjadi bersamaan dengan krisis bahan baku pupuk, yang dapat mengganggu produksi pangan nasional.

“Kita akan menghadapi cost of living crisis, khususnya bagi kelas menengah. Akibatnya, banyak masyarakat yang menahan belanja dan lebih fokus menabung,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×