Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan hingga Lebaran 2026.
Ia bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 bisa mencapai 5,6%–5,7%.
“Kalau angka terakhir, pertumbuhan bisa 5,6%–5,7%. Itu sudah lumayan bagus,” ujarnya usai salat Idulfitri di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Baca Juga: Purbaya Ramal Ekonomi Kuartal IV Tumbuh 5,5%: Saham Naik, Belanja Masyarakat Kencang
Menurut Purbaya, tekanan global sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap perekonomian domestik karena telah diantisipasi pemerintah. Stabilitas terus dijaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Ia juga meninjau langsung aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional, seperti Tanah Abang di Jakarta dan Pasar Beringharjo di Yogyakarta.
Dari hasil pantauannya, aktivitas jual beli menjelang Lebaran terpantau ramai, mencerminkan konsumsi yang masih cukup kuat.
“Kalau saya lihat situasinya ramai, daya beli masih cukup,” katanya.
Meski demikian, Purbaya mengakui masih ada pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19, terutama terkait beban utang hasil restrukturisasi yang masih tinggi bunganya.
Baca Juga: Konsumsi Lebaran Diproyeksi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026
Pemerintah kini mengkaji opsi restrukturisasi lanjutan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dengan tenor lebih panjang dan bunga lebih rendah.
Secara keseluruhan, ia menegaskan kondisi konsumsi masyarakat tetap terjaga, tercermin dari tingginya aktivitas di pasar meski periode Lebaran telah melewati puncak belanja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Pasar Tradisional
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
- Purbaya Yudhi Sadewa
- pertumbuhan ekonomi
- konsumsi masyarakat
- restrukturisasi utang
- daya beli masyarakat
- Ekonomi Lebaran
- Ekonomi Indonesia
- Lebaran 2026
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
- ekonomi kuartal I 2026
- prediksi ekonomi Indonesia
- Pusat Investasi Pemerintah (PIP)













