kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Daya Beli Dinilai Kuat, Purbaya Optimitis Ekonomi Kuartal I Bisa Tumbuh 5,7%


Sabtu, 21 Maret 2026 / 20:57 WIB
Daya Beli Dinilai Kuat, Purbaya Optimitis Ekonomi Kuartal I Bisa Tumbuh 5,7%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (DOK/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan hingga Lebaran 2026.

Ia bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 bisa mencapai 5,6%–5,7%.

“Kalau angka terakhir, pertumbuhan bisa 5,6%–5,7%. Itu sudah lumayan bagus,” ujarnya usai salat Idulfitri di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).

Baca Juga: Purbaya Ramal Ekonomi Kuartal IV Tumbuh 5,5%: Saham Naik, Belanja Masyarakat Kencang

Menurut Purbaya, tekanan global sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap perekonomian domestik karena telah diantisipasi pemerintah.  Stabilitas terus dijaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Ia juga meninjau langsung aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional, seperti Tanah Abang di Jakarta dan Pasar Beringharjo di Yogyakarta.

Dari hasil pantauannya, aktivitas jual beli menjelang Lebaran terpantau ramai, mencerminkan konsumsi yang masih cukup kuat.

“Kalau saya lihat situasinya ramai, daya beli masih cukup,” katanya.

Meski demikian, Purbaya mengakui masih ada pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19, terutama terkait beban utang hasil restrukturisasi yang masih tinggi bunganya. 

Baca Juga: Konsumsi Lebaran Diproyeksi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026

Pemerintah kini mengkaji opsi restrukturisasi lanjutan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dengan tenor lebih panjang dan bunga lebih rendah.

Secara keseluruhan, ia menegaskan kondisi konsumsi masyarakat tetap terjaga, tercermin dari tingginya aktivitas di pasar meski periode Lebaran telah melewati puncak belanja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×