Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali-Nusra) menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal II-2026, yakni mencapai 6,10% secara tahunan (year on year/YoY).
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Bali-Nusra terutama ditopang oleh sektor pertambangan, perdagangan, serta administrasi pemerintahan.
“Secara spasial pertumbuhan ekonomi tertinggi berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara,” tutur Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Pulau Sulawesi menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua, yakni sebesar 5,53% YoY. Pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut didorong oleh industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.
Baca Juga: BPS: Pengangguran Terbuka Turun Jadi 7,22 Juta Orang pada Mei 2026
Adapun Pulau Jawa mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65% YoY. Tiga sektor utama yang menopang pertumbuhan di wilayah ini adalah industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.
Di Pulau Sumatra, ekonomi tumbuh 5,06% YoY. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian.
Sementara itu, ekonomi Kalimantan tumbuh 4,10% YoY, dengan penopang utama berasal dari industri pengolahan, perdagangan, dan pertambangan.
Di sisi lain, wilayah Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan ekonomi paling rendah, yakni 1,36% YoY. Ia menyebut, pertumbuhan di kawasan ini masih ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.
Secara provinsi, Papua Tengah menjadi satu-satunya daerah yang mengalami kontraksi ekonomi pada kuartal II-2026, yakni sebesar 3,93% YoY.
Di wilayah Sumatra, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar berasal dari Sumatra Utara sebesar 1,17%, disusul Riau sebesar 0,98% dan Sumatra Selatan sebesar 0,73%. Sementara di Pulau Jawa, kontribusi terbesar berasal dari DKI Jakarta sebesar 1,55%, diikuti Jawa Timur sebesar 1,45% dan Jawa Barat sebesar 1,31%.
Baca Juga: BPS: Indeks Kondisi Bisnis dan Prospek Manufaktur Capai 52,31 pada Kuartal II 2026
Adapun di wilayah Bali-Nusa Tenggara, sumber pertumbuhan terbesar berasal dari Bali sebesar 2,77%, diikuti Nusa Tenggara Barat sebesar 2,21% dan Nusa Tenggara Timur sebesar 1,12%. Sementara di Kalimantan, kontribusi terbesar berasal dari Kalimantan Timur sebesar 1,76%, disusul Kalimantan Barat sebesar 0,85% dan Kalimantan Selatan sebesar 0,78%.
Di wilayah Sulawesi, Sulawesi Selatan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,47%, diikuti Sulawesi Tengah sebesar 1,20% dan Sulawesi Tenggara sebesar 0,77%. Sedangkan di wilayah Maluku dan Papua, sumber pertumbuhan terbesar berasal dari Maluku Utara sebesar 2,98%, diikuti Papua sebesar 0,65% dan Maluku sebesar 0,55%.
Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 5,29% YoY. Lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 5,61% YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Pertumbuhan Ekonomi
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
- pertumbuhan ekonomi daerah
- Sektor Pertambangan
- Sektor Perdagangan
- Sektor Industri Pengolahan
- Kuartal II 2026
- BPS Bali-Nusra
- Pertumbuhan ekonomi tertinggi
- Papua Tengah kontraksi
- Pertumbuhan nasional 5,29%
- Provinsi kontribusi terbesar
- Maluku Utara pertumbuhan













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
