kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.694   13,00   0,07%
  • IDX 6.482   -52,53   -0,80%
  • KOMPAS100 860   -6,68   -0,77%
  • LQ45 653   -6,23   -0,95%
  • ISSI 224   -0,80   -0,36%
  • IDX30 362   -3,79   -1,03%
  • IDXHIDIV20 452   -5,32   -1,16%
  • IDX80 98   -0,75   -0,76%
  • IDXV30 125   -0,89   -0,70%
  • IDXQ30 117   -1,24   -1,05%

BPS: Bali-Nusa Tenggara Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi pada Kuartal II 2026


Rabu, 05 Agustus 2026 / 13:06 WIB
BPS: Bali-Nusa Tenggara Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi pada Kuartal II 2026
ILUSTRASI. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali-Nusra) menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal II-2026, yakni mencapai 6,10% YoY (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali-Nusra) menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal II-2026, yakni mencapai 6,10% secara tahunan (year on year/YoY).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Bali-Nusra terutama ditopang oleh sektor pertambangan, perdagangan, serta administrasi pemerintahan.

“Secara spasial pertumbuhan ekonomi tertinggi berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara,” tutur Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

Sementara itu, Pulau Sulawesi menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua, yakni sebesar 5,53% YoY. Pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut didorong oleh industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.

Baca Juga: BPS: Pengangguran Terbuka Turun Jadi 7,22 Juta Orang pada Mei 2026

Adapun Pulau Jawa mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65% YoY. Tiga sektor utama yang menopang pertumbuhan di wilayah ini adalah industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.

Di Pulau Sumatra, ekonomi tumbuh 5,06% YoY. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian.

Sementara itu, ekonomi Kalimantan tumbuh 4,10% YoY, dengan penopang utama berasal dari industri pengolahan, perdagangan, dan pertambangan.

Di sisi lain, wilayah Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan ekonomi paling rendah, yakni 1,36% YoY. Ia menyebut, pertumbuhan di kawasan ini masih ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.

Secara provinsi, Papua Tengah menjadi satu-satunya daerah yang mengalami kontraksi ekonomi pada kuartal II-2026, yakni sebesar 3,93% YoY.

Di wilayah Sumatra, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar berasal dari Sumatra Utara sebesar 1,17%, disusul Riau sebesar 0,98% dan Sumatra Selatan sebesar 0,73%. Sementara di Pulau Jawa, kontribusi terbesar berasal dari DKI Jakarta sebesar 1,55%, diikuti Jawa Timur sebesar 1,45% dan Jawa Barat sebesar 1,31%.

Baca Juga: BPS: Indeks Kondisi Bisnis dan Prospek Manufaktur Capai 52,31 pada Kuartal II 2026

Adapun di wilayah Bali-Nusa Tenggara, sumber pertumbuhan terbesar berasal dari Bali sebesar 2,77%, diikuti Nusa Tenggara Barat sebesar 2,21% dan Nusa Tenggara Timur sebesar 1,12%. Sementara di Kalimantan, kontribusi terbesar berasal dari Kalimantan Timur sebesar 1,76%, disusul Kalimantan Barat sebesar 0,85% dan Kalimantan Selatan sebesar 0,78%.

Di wilayah Sulawesi, Sulawesi Selatan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,47%, diikuti Sulawesi Tengah sebesar 1,20% dan Sulawesi Tenggara sebesar 0,77%. Sedangkan di wilayah Maluku dan Papua, sumber pertumbuhan terbesar berasal dari Maluku Utara sebesar 2,98%, diikuti Papua sebesar 0,65% dan Maluku sebesar 0,55%.

Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 5,29% YoY. Lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 5,61% YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×