kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ekonom: Tantangan Bagi Capres-Cawapres Terpilih Harus Dongkrak Ekonomi hingga 6%-7%


Rabu, 14 Februari 2024 / 19:37 WIB
Ekonom: Tantangan Bagi Capres-Cawapres Terpilih Harus Dongkrak Ekonomi hingga 6%-7%
ILUSTRASI. Tantangan bagi capres dan cawapres terpilih adalah melanjutkan peningkatan pertumbuhan ekonomi.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil penghitungan cepat alias quick count Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dari berbagai lembaga survei menunjukkan, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraup lebih dari 50% suara. Dari hasil survey tersebut, kemungkinan pemilu akan berlangsung satu putaran saja.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, jika hasil hitungan cepat tersebut menyamai hasil perhitungan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) nantinya dan pemilu hanya berlangsung satu putaran, maka tantangan bagi Prabowo dan Gibran adalah melanjutkan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Hal ini karena paslon nomor urut 2 tersebut mengusung program keberlanjutan Presiden Joko Widodo. Disamping itu, beberapa kebijakan populis yang ditawarkan juga memerlukan anggaran besar, sehingga penerimaan negara harus ditingkatkan.

Baca Juga: Kadin Tunggu Hasil Resmi Pilpres 2024 dari KPU

“Penerimaan baru akan naik kalau ekonomi bisa tumbuh lebih baik dari era Jokowi saat ini,” tutur Eko kepada Kontan, Rabu (14/2).

Setidaknya Prabowo dan Gibran harus menyusun program dengan asumsi pertumbuhan sekitar 6% hingga 7%.

Meski begitu, menurutnya masih akan sulit untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia ditengah tantangan perekonomian global saat ini dan juga domestik. Sehingga kemungkinan pertumbuhan ekonomi masih aka nada di kisaran 5%.

Eko menambahkan, jika pemilu terjadi satu putaran maka investasi jangka panjang seperti mendirikan pabrik, properti, bisa lebih cepat dieksekusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×