kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Ekonom: Tantangan Bagi Capres-Cawapres Terpilih Harus Dongkrak Ekonomi hingga 6%-7%


Rabu, 14 Februari 2024 / 19:37 WIB
Ekonom: Tantangan Bagi Capres-Cawapres Terpilih Harus Dongkrak Ekonomi hingga 6%-7%
ILUSTRASI. Tantangan bagi capres dan cawapres terpilih adalah melanjutkan peningkatan pertumbuhan ekonomi.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil penghitungan cepat alias quick count Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dari berbagai lembaga survei menunjukkan, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraup lebih dari 50% suara. Dari hasil survey tersebut, kemungkinan pemilu akan berlangsung satu putaran saja.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, jika hasil hitungan cepat tersebut menyamai hasil perhitungan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) nantinya dan pemilu hanya berlangsung satu putaran, maka tantangan bagi Prabowo dan Gibran adalah melanjutkan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Hal ini karena paslon nomor urut 2 tersebut mengusung program keberlanjutan Presiden Joko Widodo. Disamping itu, beberapa kebijakan populis yang ditawarkan juga memerlukan anggaran besar, sehingga penerimaan negara harus ditingkatkan.

Baca Juga: Kadin Tunggu Hasil Resmi Pilpres 2024 dari KPU

“Penerimaan baru akan naik kalau ekonomi bisa tumbuh lebih baik dari era Jokowi saat ini,” tutur Eko kepada Kontan, Rabu (14/2).

Setidaknya Prabowo dan Gibran harus menyusun program dengan asumsi pertumbuhan sekitar 6% hingga 7%.

Meski begitu, menurutnya masih akan sulit untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia ditengah tantangan perekonomian global saat ini dan juga domestik. Sehingga kemungkinan pertumbuhan ekonomi masih aka nada di kisaran 5%.

Eko menambahkan, jika pemilu terjadi satu putaran maka investasi jangka panjang seperti mendirikan pabrik, properti, bisa lebih cepat dieksekusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×