kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.774   -93,00   -0,52%
  • IDX 6.497   102,54   1,60%
  • KOMPAS100 841   15,85   1,92%
  • LQ45 638   10,06   1,60%
  • ISSI 229   4,33   1,93%
  • IDX30 355   4,54   1,29%
  • IDXHIDIV20 432   4,08   0,95%
  • IDX80 96   1,74   1,85%
  • IDXV30 120   1,24   1,04%
  • IDXQ30 113   1,29   1,16%

Ekonom Ini Proyeksi Inflasi Bulanan pada April Sekitar 0,43%, Terdorong Inflasi Inti


Minggu, 03 Mei 2026 / 16:59 WIB
Ekonom Ini Proyeksi Inflasi Bulanan pada April Sekitar 0,43%, Terdorong Inflasi Inti
ILUSTRASI. Inflasi bulanan pada April 2026 diperkirakan masih naik dibandingkan bulan sebelumnya. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Inflasi bulanan pada April 2026 diperkirakan masih naik dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun secara tahunan tekanan inflasi justru mulai mereda.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual memprediksi inflasi bulanan (month to month/MoM) April 2026 akan meningkat menjadi 0,43%, dari realisasi Maret sebesar 0,41%.

Sementara itu, inflasi tahunan (year on year/YoY) diperkirakan turun ke level 2,72%, lebih rendah dibandingkan capaian Maret yang sebesar 3,48%.

Baca Juga: Inflasi April 2026 Diprediksi Lebih Rendah Dibandingkan Maret, Ini Pendorongnya

“Inflasi diprediksi masih akselerasi secara bulanan, didorong oleh komponen inflasi inti,” ujarnya kepada Kontan.

David menjelaskan, inflasi inti pada April 2026 diperkirakan mencapai 2,55% YoY dan 0,33% MoM. Peningkatan pada komponen inti ini relatif tersebar di berbagai kelompok pengeluaran, terutama pada sektor perumahan, air, listrik, serta bahan bakar gas.

Ia menyebutkan, indikasi kenaikan tersebut juga tercermin dari pengolahan data alternatif (big data) yang menunjukkan adanya tekanan harga di sejumlah komoditas inti.

Di sisi lain, harga emas tercatat mulai melambat dibandingkan bulan sebelumnya sehingga tidak lagi menjadi pendorong utama inflasi.

Untuk komponen volatile food, inflasi diperkirakan mengalami perlambatan seiring dengan penurunan harga pangan setelah periode Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga: Impor Pangan Diperketat, Pengamat Ingatkan Risiko ke Industri

Sementara itu, komponen administered prices diproyeksikan sedikit meningkat, sejalan dengan adanya kenaikan pada beberapa jenis bahan bakar serta indikasi penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Dengan kombinasi tersebut, inflasi bulanan diperkirakan masih menunjukkan tren kenaikan, meskipun secara tahunan tetap terkendali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×