kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.526   26,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Inflasi April 2026 Diprediksi Lebih Rendah Dibandingkan Maret, Ini Pendorongnya


Minggu, 03 Mei 2026 / 16:47 WIB
Inflasi April 2026 Diprediksi Lebih Rendah Dibandingkan Maret, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. Sejumlah ekonom memproyeksikan inflasi pada April 2026 akan melandai dibandingkan bulan sebelumnya,(KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah ekonom memproyeksikan inflasi pada April 2026 akan melandai dibandingkan bulan sebelumnya, didorong oleh meredanya tekanan musiman pasca Lebaran serta efek basis perbandingan yang lebih tinggi pada tahun lalu.

Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo memproyeksikan inflasi April 2026 berada di kisaran 2,84% secara tahunan (year on year/YoY), turun dari realisasi Maret yang mencapai 3,48%.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang mendorong penurunan ini adalah normalisasi low base effect serta capaian inflasi April 2025 yang relatif tinggi, sehingga secara basis perbandingan angka tahun ini terlihat lebih rendah.

Baca Juga: Pemerintah Batasi Penerapan Outsourcing, Buruh Minta Perlindungan Pekerja Alih Daya

Ia menambahkan, komponen volatile food diperkirakan melandai setelah berakhirnya periode konsumsi tinggi saat Lebaran, sejalan dengan turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai dan ayam ras.

“Untuk komponen administered prices diproyeksikan meningkat akibat kenaikan harga BBM non subsidi yang berlaku pertengahan April, namun dampaknya ke inflasi bulan ini diperkirakan masih terbatas. Pengaruh yang lebih besar kemungkinan baru akan muncul di bulan selanjutnya,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (3/4/2026).

Senada, Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang juga memperkirakan inflasi April akan turun lebih dalam ke level 2,39% YoY, jauh di bawah capaian Maret sebesar 3,48%.

Ia menjelaskan, penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh berakhirnya base effect dari diskon tarif listrik pada tahun lalu. 

Baca Juga: Buruh Sebut Hadiah Prabowo dalam May Day Masih Belum Sentuh Jawab Tuntutan Buruh

"Selain itu, penyesuaian harga pasca Lebaran turut mengimbangi dampak kenaikan harga BBM non-subsidi dan LPG," ujar Hosianna kepada Kontan.

Di sisi lain, inflasi inti diperkirakan tetap stabil di level 2,57%, yang mencerminkan permintaan domestik masih cukup kuat atau resilient. Dengan kondisi tersebut, inflasi dinilai tetap terkendali dan berada dalam kisaran target yang ditetapkan Bank Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×