kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Inflasi Volatile Food Masih Tinggi Imbas Terbatasnya Pasokan Bawang Merah


Rabu, 17 Desember 2025 / 15:47 WIB
Inflasi Volatile Food Masih Tinggi Imbas Terbatasnya Pasokan Bawang Merah
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) melihat, inflasi kelompok volatile food atau inflasi kelompok bergejolak masih relatif tinggi sebesar 5,48% year on year (yoy) pada November 2025.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat, inflasi kelompok volatile food atau inflasi kelompok bergejolak masih relatif tinggi sebesar 5,48% year on year (yoy) pada November 2025.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, inflasi volatile food yang relatif tinggi tersebut disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.

Sementara itu, inflasi kelompok lainnya yakni inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,36% yoy, sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia, dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali.

“Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% yoy,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga: BI: Konsumsi Rumah Tangga Membaik, Permintaan Perlu Digenjot

Ke depan, BI meyakini inflasi tahun 2025 dan 2026 tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5% plus minus 1%.

Inflasi inti diprakirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi.

Sementara itu, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

Baca Juga: BI Sudah Borong SBN Rp 327,45 Triliun per 16 Desember 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×