kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Inflasi Maret 2026 Diproyeksi Melandai Meski Ada Tekanan Harga Pangan Efek Lebaran


Senin, 30 Maret 2026 / 18:17 WIB
Inflasi Maret 2026 Diproyeksi Melandai Meski Ada Tekanan Harga Pangan Efek Lebaran
ILUSTRASI. Pedagang kebutuhan pangan menata cabai merah rawit (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju inflasi nasional pada Maret 2026 diperkirakan mulai melandai dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun tekanan harga masih terasa seiring momentum Ramadan dan Lebaran. 

Sejumlah ekonom memproyeksikan inflasi tahunan (year on year/yoy) Maret 2026 berada di kisaran 3,6%, turun dari realisasi Februari 2026 yang mencapai 4,76% yoy.

Sementara itu, inflasi bulanan (month to month/mtm) diperkirakan lebih rendah di level sekitar 0,52%, dibandingkan Februari sebesar 0,68% mtm. 

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, memperkirakan inflasi Maret secara tahunan berada di level 3,6% yoy.

Baca Juga: Harga Pangan Jelang Lebaran Meroket, Daging Sapi Lewati Harga Acuan Penjualan!

Menurutnya, meskipun melandai, angka tersebut masih relatif tinggi karena adanya pengaruh kebijakan diskon tarif listrik pada periode sebelumnya. 

“Secara tahunan, inflasi pada Maret diproyeksikan 3,6% yoy, melambat dibandingkan Februari yang sebesar 4,76% yoy. Angkanya masih terlihat tinggi karena masih ada efek diskon listrik,” ujar David kepada Kontan, Senin (30/3/2026). 

Secara bulanan, inflasi diperkirakan meningkat sekitar 0,51% mtm. Kenaikan ini, kata dia, tidak terlepas dari faktor musiman Ramadan dan Lebaran yang mendorong konsumsi masyarakat.

David menambahkan, tekanan inflasi bulanan terutama bersumber dari kenaikan harga bahan pokok. Fenomena ini merupakan pola berulang setiap tahun, di mana harga pangan cenderung naik saat memasuki periode Ramadan.

Baca Juga: Harga Pangan Pasca-Lebaran 2026 Masih Stabil, Kenaikan Masih Wajar

Senada, Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, juga melihat tren inflasi yang melandai pada Maret 2026. Ia memperkirakan inflasi berada di level 0,56% mtm dan 3,64% yoy.

Menurut Hosianna, inflasi inti (core inflation) diperkirakan naik tipis menjadi 2,88% yoy. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan permintaan selama Ramadan hingga Lebaran, terutama pada kelompok makanan, transportasi, dan jasa.

“Efek musiman Ramadan–Lebaran biasanya mendorong permintaan, sehingga berdampak pada kenaikan harga di beberapa komoditas,” jelasnya kepada Kontan.

Baca Juga: Inflasi 2026: Pangan dan Lebaran Dorong Kenaikan, Puncak Awal TahunDengan proyeksi ini, ekonom memproyeksikan inflasi Maret 2026 mencerminkan adanya tekanan musiman yang tetap terjaga, namun dengan tren yang lebih terkendali dibandingkan bulan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×