kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.105   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.074   36,42   0,60%
  • KOMPAS100 793   4,94   0,63%
  • LQ45 602   -0,52   -0,09%
  • ISSI 210   2,76   1,33%
  • IDX30 340   -0,36   -0,11%
  • IDXHIDIV20 422   -1,32   -0,31%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 115   0,66   0,58%
  • IDXQ30 109   -0,31   -0,28%

Ekonom Proyeksi Inflasi Maret 2025 Turun, Didorong Penurunan Harga Emas


Selasa, 31 Maret 2026 / 12:08 WIB
Ekonom Proyeksi Inflasi Maret 2025 Turun, Didorong Penurunan Harga Emas
ILUSTRASI. Penurunan harga emas jadi penekan utama bagi inflasi di Maret 2026


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Inflasi Indonesia pada Maret 2026 diproyeksi sedikit menurun. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan, Inflasi pada Maret 2026 sebesari 0,62% month to month.

Sekedar mengingatkan, inflasi pada Februari 2026 lalu mencapai 0,68% mtm.

“Penurunan ini sebagian didorong oleh penurunan harga emas, namun harga pangan yang lebih tinggi selama Ramadan terus memberikan tekanan ke atas,” tutur Asmo mengutip keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2026).

Sementara itu, secara tahunan inflasi diproyeksikan akan menurun menjadi 3,70% year on year (yoy), dibandingkan 4,76% yoy pada Februari 2026. Penurunan inflasi ini kata Andry, mencerminkan normalisasi dari efek basis rendah tahun lalu pada Februari 2025.

Baca Juga: Prabowo Bertemu PM Jepang, Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga Isu Global

Lebih lanjut, untuk inflasi inti, ia memperkirakan komponen inti ini akan meningkat moderat menjadi 0,3% mrm, dibandingkan 0,42% mtm pada Februari 2026.

“Meskipun aktivitas Ramadan lebih kuat, penurunan harga emas (deflasi 0,89% mtm, dari 8,32% mtm pada Februari 2026) diperkirakan akan meredakan tekanan inflasi inti, sementara indikator konsumsi tetap mendukung dengan Indeks Belanja Mandiri (MSI) naik sekitar 1,31% mom,” jelasnya.

Adapun Andry menambahkan, pada Maret 2026, harga pangan yang fluktuatif diproyeksikan akan naik lebih lanjut menjadi 2,6% mtmm, dari 2,50% pada Februari 2026, didorong oleh permintaan yang berkelanjutan selama Ramadan.

Kenaikan harga terutama terlihat pada cabai rawit mencapai 10,2%, bawang putih 10,0%, cabai merah 3,7%, daging ayam 3,0%, dan telur 1,7%.

Seementara itu, inflasi harga yang diatur pemerintah diperkirakan akan mencatat inflasi yang lebih tinggi sebesar 0,2% mtm, dibandingkan deflasi 0,03% mtm pada bulan sebelumnya), didukung oleh kenaikan rata-rata harga bahan bakar non-subsidi sekitar 6,7% mtm, bersamaan dengan kenaikan harga tiket pesawat menjelang periode Idul Fitri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×