kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.070   10,00   0,06%
  • IDX 5.384   55,61   1,04%
  • KOMPAS100 694   8,16   1,19%
  • LQ45 542   5,78   1,08%
  • ISSI 184   2,42   1,33%
  • IDX30 303   2,52   0,84%
  • IDXHIDIV20 397   3,34   0,85%
  • IDX80 80   0,94   1,19%
  • IDXV30 110   0,86   0,79%
  • IDXQ30 100   1,01   1,02%

Ekonom Ini Mewanti-wanti Risiko Inflasi pada Akhir Tahun 2023


Kamis, 02 November 2023 / 12:53 WIB
Ekonom Ini Mewanti-wanti Risiko Inflasi pada Akhir Tahun 2023
ILUSTRASI. Warga membeli kebutuhan pokok di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (7/3/2023). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank UOB meyakini inflasi Indonesia pada akhir tahun 2023  akan bergerak dalam kisaran yang lebih rendah dari tahun 2022. 

"Kami mempertahankan pandangan kami kalau inflasi tahun 2023 akan lebih rendah dari capaian 4,2% YoY pada tahun 2022," terang Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Kamis (2/11). 

Enrico mengungkapkan, salah satu alasan inflasi akan bergerak lebih rendah adalah akan ada pembatasan impor langsung lewat e-commerce untuk komoditas dengan nilai lebih dari US$ 100. 

Baca Juga: Harga Mobil hingga Tempe Terancam Naik Karena Pelemahan Rupiah

Selain itu, suku bunga acuan juga diperkirakan akan tinggi untuk waktu yang lebih panjang. Seperti kita ketahui, kenaikan suku bunga adalah untuk meredam inflasi dari sisi permintaan. 

Namun, Enrico mewanti-wanti ada risiko yang mungkin menambah kenaikan inflasi pada kuartal IV-2023. 

Salah satunya, insentif fiskal dan moneter, termasuk pelonggaran subsidi untuk pembelian kendaraan listrik dan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 0% untuk pembelian rumah di bawah Rp 2 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×