kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Pemerintah Optimistis Inflasi Akhir Tahun 2023 Hanya 3,6%


Senin, 08 Mei 2023 / 18:12 WIB
ILUSTRASI. Warga membeli kebutuhan pokok dan bahan makanan di Pasar Tanjung Duren, Jakarta, Minggu (19/3/2023). Pemerintah optimistis bisa menekan inflasi di bawah 4% pada tahun ini.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah optimistis bisa menekan inflasi di bawah 4%. Hal ini tidak terlepas dari berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk menjaga level inflasi lebih terkendali.

Kepada Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu optimistis inflasi bisa diteken ke level 3,6% hingga di akhir tahun nanti.

Optimisme tersebut berkaca pada inflasi April 2023 yang berada pada angka 4,33% year on year (YoY). Ia menilai upaya yang dilakukan pemerintah berhasil membuat inflasi tetap terkendali di tengah momentum Ramadan dan Lebaran 2023.

"Ini berkontribusi pada inflasi yang relatif rendah saat ini 4,3% dan ini konsisten untuk menuju 3,6% di akhir tahun," ujar Febrio dalam acara Macroeconomic Update Mei 2023 yang dipantau secara daring, Senin (8/5).

Baca Juga: KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Masih Terjaga

Febrio bilang, banyak negara yang mengandalkan menaikkan tingkat suku bunga guna mengendalikan inflasi. Meski Bank Indonesia (BI) tetap menaikkan tingkat suku bunganya, namun hal tersebut tidak terlalu tinggi.

Oleh sebab itu, hal yang penting dilakukan untuk mengendalikan inflasi adalah memastikan supply dari barang-barang yang bersifat volatile food.

"Kita melihat supply beras, supply bawang, supplY daging ayam telur dan sebagainya ini sudah menghasilkan kinerja yang sangat baik yang telah mengandalkan kerja sama dari pusat sampai daerah," katanya.

Kemudian, secara fiskal, pemerintah juga memberikan insentif bagi pemerintah daerah (pemda) yang berhasil menurunkan inflasi di daerahnya. Bahkan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga melakukan pengawasan yang sangat ketat bagi kepala daerah yang belum berhasil menurunkan inflasinya dengan cara melakukan intervensi yang cukup kuat.

"Tidak heran bahkan ketika kita dihadapkan kepada bulan Ramadan dan Idul Fitri inflasi bahan makanan itu justru melambat tidak menguat," tutur Febrio.

Baca Juga: KSSK: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diperkirakan Tetap Kuat di Level 4,5%-5,3%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×