kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Bos BI Perkirakan Inflasi Akhir Tahun 2023 di Level 3,2% YoY


Jumat, 23 Juni 2023 / 15:47 WIB
Bos BI Perkirakan Inflasi Akhir Tahun 2023 di Level 3,2% YoY
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan keterangan saat konferensi pers penetapan suku bunga acuan di Jakarta, Kamis (22/6/2023)


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) meyakini inflasi akan berada di kisaran 3,2% (YoY) pada akhir tahun 2023.

Dalam artian, inflasi tahun ini akan ditutup berada dalam level kisaran sasaran BI yang sebesar 2% (YoY) hingga 4% (YoY).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, memang perlu upaya ekstra dalam menjaga inflasi untuk tetap berada dalam kisaran sasaran.

Baca Juga: BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap 5% Meski AS dan China Gonjang-Ganjing

Salah satunya, dengan menjaga inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food. Terlebih, memasuki semester II-2023, ada potensi fenomena El Nino yang menimbulkan kekeringan.

"El Nino ini akan menimbulkan masalah di sisi suplai pangan. Namun, kita memiliki cara untuk mengendalikan masalah suplai, dengan menjaga suplai," terang Perry, Kamis (22/6).

Menambahkan, Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengungkapkan, fenomena ini akan menyundut harga beberapa komoditas pangan, seperti beras dan hortikultura.

Tentu, ini akan menambah beban bagi inflasi volatile food. Namun, Aida mengaku ini tak akan membawa inflasi terbang di atas kisaran sasaran.

BI pun sudah menyiapkan kuda-kuda kuat untuk menghalau dampak dari El Nino.

Ini adalah dengan koordinasi dalam menjaga inflasi pangan lewat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Baca Juga: Bila Ketidakpastian Global Mereda, Gubernur BI Yakin Rupiah Akan Makin Menguat

GNPIP terbukti mampu mengatasi masalah inflasi pangan selama ini. Bahkan, mampu menurunkan inflasi pangan bergejolak ke bawah 4% (YoY).

Dengan demikian, inflasi Indonesia tetap diperkirakan berada di dalam kisaran sasaran hingga akhir tahun 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×