Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengakui dampak dari virus Corona menekan perdagangan eskpor dan impor serta industri pariwisata. Sentimen ini yang membuat Institute of Develompment for Ecomic and Finance (Indef) merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2020 dari 4,9% menjadi 4,6%.
Ekonom Senior Indef Aviliani mengatakan bahwa dampak virus Corona cukup mematikan ekonomi dalam negeri. Menurutnya virus Corona ini bisa saja memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah-panjang.
Baca Juga: Parameter yang digunakan AS ke Indonesia sebagai negara maju tidak relevan
Untuk itu, Aviliani menilai pemerintah harus mengubah strategi salah satunya lewat pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang bisa meningkatkan konsumsi masyarakat. “Anggaran infrastruktur yang sekitar Rp 400 triliun itu dialihkan ke sektor-sektor yang bisa menyerap tenaga kerja, yang bisa servive,” kata Aviliani, Kamis (27/2).
Untuk bisa sampai ke sana, Aviliani meyampaikan infrastruktur harus melibatkan pemerintah daerah (pemda). Sebab gubernur dan bupati/walikota yang sebetulnya paling paham solusi infrastruktur yang bisa menstimulus konsumsi daerahnya.
Baca Juga: Ekonom: Pelebaran defisit anggaran wajar, tapi perlu desain yang terarah
“Karena relasksasi itu beda-beda tidak bisa satu untuk semua. Jadi memang kebijakan infrastruktur Indonesia tidak bisa satu untuk semua. Ini perlu dicatat ke depan banyak masalah seperti adanya omnibus law,” kata dia.
Menurut Aviliani, rasionalisasi pajak daerah dalam rancangan undang-undang (RUU) Ketentuan dan Fasititas Perpajakan Untuk Penguatan Perkonomian atau omnibus law perpajakan akan menjadi menuai kontrofersi. Sebab, melalui pajak daerah yang dipungut pemda selama ini merupakan ladang penenerimaan pajak.
Baca Juga: Bursa saham Asia terpuruk, rekor penjualan bersih asing pun tercipta
“Omnibus law ini tidak banyak melibatkan daerah bahaya, pajak dan retribus daerah akan dipangkas, pajak restoran padahal itu penerimaan mereka. Nanti pajaknya nya turun tanpa keterlibatan mereka ini bikin rame, belum lagi masalah perizinan berusaha,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News