kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Ekonom Celios Ungkap Beberapa Penyebab Start Up Lakukan PHK Massal


Minggu, 29 Mei 2022 / 18:34 WIB
Ekonom Celios Ungkap Beberapa Penyebab Start Up Lakukan PHK Massal
ILUSTRASI. Suasana kerja karyawan yang menjalankan Work From Office (WFO) di salah satu kantor di Tangerang Selatan, Kamis (12/11). Ekonom Celios Ungkap Beberapa Penyebab Start Up Lakukan PHK Massal.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di tengah meredahnya kasus Covid-19 di Indonesia, beberapa startup tanah air justru melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kepada karyawannya. Sebut saja perusahaan Tanihub, Zenius dan LinkAja.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan ada beberapa faktor penyebab terjadinya PHK massal yang dilakukan sejumlah perusahaan rintisan. 

Menurut Bhima, saat ini jumlah tenaga kerja di Start Up masih relatif kecil, misalnya saja di sektor informasi komunikasi yang baru terserap 0,81% dari total tenaga kerja atau 1,1 juta orang.  “Tapi yang jadi perhatian adalah dampak turunan dari penurunan tajam bisnis startup bisa menjadi bencana,” jelas Bhima kepada Kontan.co.id, Minggu (29/5). 

Sebagai contoh, E-commerce memiliki mitra lebih dari 10 juta unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), namun suatu ketika bisnisnya bermasalah karena kesulitan pendanaan. 

Baca Juga: PHK Demi Startup Tetap Melaju

“Nasib puluhan juta UMKM dan mitra driver atau kurir bisa terancam. Jadi pemerintah tidak bisa anggap enteng koreksi besar besaran startup ini. Kalau ada yang beranggapan startup ini kan biasa lakukan efisiensi namanya juga bisnis, kali ini kondisinya beda karena koreksi tajam start up terjadi di hampir seluruh dunia termasuk Indonesia,” ungkap dia. 

Bahkan, Bhima juga mengatakan, pemain start up besar seperti Meta dan Netflix juga telah memberikan sinyal adanya rekrutmen terhadap karyawan baru yang tertahan.  “Namun memang belum umumkan adanya PHK massal,” katanya. 

Menurut Bhima, ada beberapa penyebab utama terjadinya PHK pada start up di tahun ini yakni beberapa start up mengalami produk yang kalah bersaing, sehingga kehilangan market share secara signifikan. Kemudian, para start up juga sedang mengalami kesulitan mencari pendanaan baru akibat investor yang kini lebih selektif memilih Start Up. 

“Ada juga faktor makro ekonomi secara global yang sedang penuh ketidakpastian sehingga investor menghindari pembelian saham Start Up yang persepsi risikonya tinggi, terlebih ada kenaikan inflasi dan suku bunga di berbagai negara,” sambung Bhima. 

Baca Juga: Lakukan PHK Ratusan Karyawan, Ini Penjelasan Resmi LinkAja

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×